Menari di Atas Rel, Lelaki Tanpa identitas Dihajar Kereta Api Penataran

Minggu, 14-01-2018 - 15:56 WIB Mayat korban tertabrak KA Penataran di wilayah Slorok, Kromengan. Laki-laki tanpa identitas ini menari-nari di tengah rel saat KA datang. (For MalangTIMES) Mayat korban tertabrak KA Penataran di wilayah Slorok, Kromengan. Laki-laki tanpa identitas ini menari-nari di tengah rel saat KA datang. (For MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANGKecelakaan yang melibatkan Kereta Api (KA) Penataran tujuan Surabaya-Malang terulang. Setelah beberapa hari lalu (12/01) menabrak sebuah mobil, kini si baja hitam itu menabrak seorang laki-laki tanpa identitas di jalur tengah sawah Slorok-Ngebruk, Minggu (14/01).

Kecelakaan yang menimpa laki-laki berusia sekitar 65 tahun itu cukup mengejutkan dan menimbulkan tanda tanya. Pasalnya, saat KA Penataran 429 dengan nomor loko cc 2017714 melintas di wilayah Slorok-Ngebruk, laki-laki tersebut sedang asyik menari-nari di tengah rel.

Masinis KA Penataran M. Alim yang melihat laki-laki tersebut berada di jalur KA kilometer 73+200 sambil menari beberapa kali membunyikan klakson peringatan.  Namun, laki-laki tersebut tidak menghiraukannya. Akhirnya tubuh si laki-laki ini  tertabrak dan terseret sejauh 100 m dengan kondisi meninggal dunia di tempat.

Kejadian laka KA ini membuat KA Penataran berhenti di Stasiun Ngebruk, Sumberpucung. Setelah petugas menghubungi Stasiun Ngebruk lewat radio dan  mengevakuasi korban untuk dibawa ke stasiun terdekat.

Kapolsek Kromengan AKP Okta Panjaitan saat dihubungi MalangTIMES membenarkan adanya kejadian laka KA di wilayahnya. "Ya telah terjadi laka kepada laki-laki tanpa identitas. Karena lokasi yang berada di tengah persawahan dan stasiun terdekat adalah Ngebruk, maka petugas mengevakuasi ke sana dulu," terangnya.

Setelah mayat korban dievakuasi ke Stasiun Ngebruk, Polsek Kromengan langsung menghubungi mobil ambulans PMI. "Korban dibawa ke RSUD. Sampai saat ini identitas belum diketahui," ujar Okta. Dari tubuh korban, Polsek Kromengan menemukan uang sebanyak Rp 93.000 dan satu korek api warna biru.

Disinggung tentang tingkah laku korban yang menari di tengah rel KA, pihak Polsek Kromengan belum mengetahui penyebabnya. Pun, saat MalangTIMES menanyakan hal tersebut kepada para saksi.

"Tidak tahu, Mas. Kami sudah membunyikan klakson berkali-kali, tapi korban tidak menyingkir. Malah terus menari," ujar M. Ali. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close