Revolusi Mental Ala Unisba, Mahasiswa Lestarikan Budaya Asli Blitar

Minggu, 14-01-2018 - 16:02 WIB Mahasiswa Unisba Blitar ikut berpartisipasi dalam kiirab boyongan Kelurahan Pakunden. Tampak mahasiswa berpakaian prajurit dan raja.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES) Mahasiswa Unisba Blitar ikut berpartisipasi dalam kiirab boyongan Kelurahan Pakunden. Tampak mahasiswa berpakaian prajurit dan raja.(Foto : Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITARMahasiswa Universitas Islam Balitar (Unisba) Blitar berpartisipasi dalam peristiwa budaya kirab pindah kantor Kelurahan Pakunden, Kota Blitar, Minggu (14/1/2018). Prosesi kirab boyongan (pindahan) dari kantor lama ke kantor baru dilakukan dengan jalan kaki sejauh dua kilometer.

Mahasiswa Unisba Blitar M.Arga Wilwatikta mengatakan, di tengah-tengah dinamika global, peristiwa budaya semacam ini harus terus dilestarikan. Dalam tradisi Jawa,  prosesi kirab ini merupakan wujud syukur dengan harapan ke depan pemerintahan Kelurahan Pakunden bisa lebih baik dan masyarakat sejahtera.

"Sebagai mahasiswa, kami dirorong tidak hanya pintar, tapi juga peduli dengan budaya khususnya budaya asli Blitar. Kepedulian terhadap budaya tradisional ini merupakan bagian dari revolusi mental,” ucap Arga.

Dijelaskan, Unisba Blitar selalu terlibat dalam setiap kegiatan sosial budaya dan kegiatan lain yang digelar pemerintah daerah. Sebagai kampus terbesar di Blitar Raya, Unisba Blitar berkomitmen mendukung program-program pemda. "Kami mahasiswa Unisba sering terlibat di kegiatan yang digelar Pemkot Blitar. Seperti Blitar Djadoel, Grebeg Pancasila dan Kirab Pemuda Nasional beberapa waktu lalu,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, kantor Kelurahan Pakunden lama akan dibongkar dan dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). Selain bangunannya sudah tua, kantor tersebut juga dinilai kurang representatif

Sesuai dengan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Ruang Terbuka Hijau, setiap daerah wajib menyediakan 30 persen tempatnya sebagai sarana ruang terbuka hijau. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup, ketersediaan RTH di Kota Blitar baru mencapai 10,6 persen dari yang diwajibkan.

Kirab pindah kantor Kelurahan Pakunden diikuti 200 warga dan dihadiri sejumlah tamu undangan. Yakni Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar, Wakil Wali Kota Blitar Santoso, Muspika Kecamatan Sukorejo dan lurah se-Kecamatan Sukorejo. Seluruh peserta kirab memakai pakaian dan atribut zaman dulu (jadul). Tampak beberapa peserta kirab membawa tumpeng sebagai wujud syukur berdirinya kantor kelurahan yang baru.(*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close