Masukkan Koin Khusus, "Lemari" Jadul Itu Keluarkan Suara Musik Klasik Nyaring

Minggu, 14-01-2018 - 17:00 WIB Alat musik polyphon dari Jerman ini akan mengeluarkan suara jika dimasukkan koin khusus di Galeri Musik Dunia. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES) Alat musik polyphon dari Jerman ini akan mengeluarkan suara jika dimasukkan koin khusus di Galeri Musik Dunia. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

JATIMTIMES, BATU – Ingin tahu bagaimana suara musik klasik yang nyaring keluar dari kotak musik tahun 1870-an secara langsung?  Wisatawan bisa mendengarkannya langsung di Mini Hall Galeri Musik, Jatim Park 3. Di sana terdapat kurang lebih 25 koleksi kotak musik yang ditemukan rata-rata pada tahun 1870.

 

Koleksi alat musik swiss carousel tahun 1885 dan gramofon di Galeri Musik Dunia. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Koleksi alat musik swiss carousel tahun 1885 dan gramofon di Galeri Musik Dunia. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Dari 25 koleksi itu, terdapat beberapa jenis mulai dari gramofon, polyphon, fonograf dan sebagainya. Gramofon adalah mesin piringan hitam yang merupakan bentuk sederhana dari record player saat ini. Mesin ini ditemukan pada tahun 1887.

Sedangkan polyphon yakni kotak musik discplaying, alat mekanis yang diproduksi oleh polyphon musikwerke Jerman. Mesin ini diciptakan pada tahun 1870. Dan untuk amal, musik box polyphon dengan diameter 6,5 Inch ini tepatnya diproduksi pada tahun 1985 di bawah level polydor. 

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat mendengarkan musik Koleksi kotak musik di Galeri Musik Dunia. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat mendengarkan musik Koleksi kotak musik di Galeri Musik Dunia. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Yang menjadi perhatian di sana adalah mesin polyphon yang bentuknya seperti lemari. Bahkan jika ingin menikmati suara musiknya, pengunjung harus memasukkan koin khusus. Untuk memainkan musik, terdapat piringan yang diameternya mencapai 62,5 centimeter. "Memasukkan satu koin itu bisa menikmatinya musik selama tiga menit," ungkap Agus Priyanto, operational manager Galeri Musik Dunia, Minggu (14/1/2018).

Koleksi gramofon tahun 1887 di Galeri Musik Dunia. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Koleksi gramofon tahun 1887 di Galeri Musik Dunia. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Yang lainnya ada fonograf. Alat ini pertama ditemukan pada 1877. Mesin ini adalah pertama yang dapat memainkan dan menyimpan suara. Dibuat dengan berbagai model. Untuk versi terbaru, fonograf ini menggunakan pita suara dari bahan lilin dan seluloid. 

Sedangkan untuk model pertama yang tertua dipasangkan pita suara di lapisan film metal yang tipis. Fonograf ini mulai dijual komersial pada tahun 1890-1925. 

Ya di lantai inilah berbagai pengunjung, artis, hingga pejabat terpukau dengan koleksi kotak musik Galeri Musik Dunia. "Setiap kali ada artis, pejabat, pengunjung yang ke sini, mereka terpukau dengan musik tua ini. Karena suaranya ini benar-benar membuat merinding karena bagus," imbuhnya.

Ia menambahkan sebagai galeri musik ingin menyuguhkan berbagai macam jenis musik sebagai sarana edukasi bagi pengunjung. 

Selain itu, di Mini Hall terdapat belasan alat musik kulintangan yang bisa dimainkan oleh wisatawan. Alat musik ini menjadi salah satu edukasi bagi wisatawan untuk lebih dekat dengan alat musik tradisional Indonesia ini. "Di sini memang kami suguhkan alat-alat musik kulintangan bisa dimainkan pengunjung," kata mantan general manager Tanjung Kodok Beach Resort itu. (*)

Pewarta : Irsya Richa
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Aditya Fachril Bayu Anandhika
Sumber :
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close