Buntut Peredaran Video Mesum, Venus Ditutup Polres

Selasa, 06-02-2018 - 17:17 WIB Pihak kepolisian saat memasang garis polisi pada pintu utama tempat karaoke Venus ( foto : Firmanto / Jatim Times) Pihak kepolisian saat memasang garis polisi pada pintu utama tempat karaoke Venus ( foto : Firmanto / Jatim Times)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Peredaran video mesum yang diperankan oleh IR dan KV di tempat karaoke Venus, Tulungagung berbuntut panjang. Hari ini (Selasa, 6/2) pihak kepolisian langsung menutup sementara tempat karaoke itu untuk keperluan olah TKP.

Penutupan dipimpin langsung oleh kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih, dengan memasang garis polisi pada tempat karaoke Venus. Pemasangan garis polisi tempat karaoke itu dilakukan lantaran sudah terbit Laporan Polisi atas kasus peredaran video mesum itu. "Kemarin (Senin, 5/2) kita terbitkan Laporan Polisi (LP), tindak lanjutnya kita mengamankan TKP," ungkap Retno Pujiarsih.

Hal itu dilakukan untuk memperkuat keterangan dari saksi-saksi lainya. Saat ditanyakan alasan penyegelan yang baru dilakukan, padahal kejadian sudah terjadi sejak seminggu lalu, Retno panggilan akrabnya berdalih penyegelan dilakukan lantaran LP baru keluar kemarin. "Kan baru terbit LP," jawabnya singkat.

Pemasangan garis polisi dilakukan tak hanya pada ruangan tempat video mesum itu dibuat, namun seluruh lokasi tempat karaoke Venus diberi garis polisi. Dirinya beralasan, selain di ruangan itu, ada keterangan yang menyebutkan penyebaran video itu dilakukan di areal parkir Venus. "Dari hasil interogasi, selain di ruangan juga di areal parkir saat salah satu (teman KV) meminta kiriman video mesum itu," ungkapnya pada awak media.

Retno belum mengetahui secara pasti  sampai kapan tempat karaoke itu ditutup. Pasalnya hingga saat ini masih dilakukan proses penyelidikan. "Kita belum tahu pasti, karena masih akan dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan," tutur wanita berpostur tinggi itu.

Sementara itu, pihak manajemen karaoke Venus melalui manager operasionalnya, Dita Bayu Anugerah merasa keberatan atas tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. "Kita merasa keberatan atas tindakan yang dilakukan pihak kepolisian, namun kita juga mengapresiasi tindakan itu," ujar pria yang akrab dipanggil Bayu itu.

Akibat penutupan sementara itu, pihak Venus merumahkan sekitar 42 pekerjanya. "Sementara kita rumahkan dulu karyawan kita sambil menunggu kabar dari kepolisian," ucapnya pada awak media.
Dirinya tidak mengetahui berapa lama penutupan ini dilakukan. Aawalnya dirinya mengira penutupan hanya dilakukan pada ruangan tempat video itu dibuat. "Saya kurang tahu, saya baru terima kabar penutupan siang tadi," tandas pria jangkung itu.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close