Warga Yang Tinggal Di Wilayah Citywalk Makam Bung Karno Tidak Bisa Keluar Rumah, Ini Penyebabnya

Kamis, 08-02-2018 - 20:50 WIB Kondisi rumah Mochamad Iqbal yang tertutup bangunan sejenis halte, kini dia kesulitan keluar masuk rumah melewati jalan sempit. (foto:M.Prayogo/BlitarTIMES) Kondisi rumah Mochamad Iqbal yang tertutup bangunan sejenis halte, kini dia kesulitan keluar masuk rumah melewati jalan sempit. (foto:M.Prayogo/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Pembangunan citywalk di jalan kawasan wisata Makam Bung Karno dikeluhkan warga. Salah satunya Mochamad Iqbal Muthakin (31) warga Kelurahan Bendogerit Kecamatan Kepanjen Kidul mengeluh rumahnya ditutup oleh bangunan mirip halte yang sepaket dengan proyek citywalk tersebut. Kini dia menjadi sulit ketika mengeluarkan dan memasukkan kendaraan akibat gerbang rumahnya ditutup bangunan tersebut.

Iqbal mengatakan kalau pada proses pembangunan tidak ada namanya sosialisasi kepada masyarakat. Tidak ada pemberitahuan kepada warga yang tinggal di sekitar Makam Bung Karno, akan dibangun seperti apa jalan yang berada di depan rumah warga.

“ Saya tidak tahu sebab waktu pembangunan area pembangunan kan ditutup seng dan triplek. Waktu pembangunan selesai seng dilepas saya kaget di depan rumah saya ada sebuah bangunan seperti halte. Dan ini menutup jalan di depan rumah saya,” ungkap Iqbal Kamis (8/2/2018).

Dia mengaku sudah melaporkan hal tersebut ke bagian pusat pengaduan warga Kota Blitar. Lalu dia diarahkan ke petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). Namun dari dinas tersebut dia tidak mendapatkan solusi atau pelayanan yang memuaskan.

“Dinas PU datang kerumah saya hanya menjelaskan ini bukan dari proyek kota Blitar tapi pemerintah pusat. Terus katanya mau dipelajari dulu. Namun sudah satu bulan sejak Januari lalu tidak ada tindak lanjut. Kesannya serasa dilempar-lempar katanya kewenangan pusat, kota dan sebaliknya,” ujarnya.

Sementara itu salah satu dewan DPRD Kota Blitar, Agus Zunaidi mengatakan kalau seharusnya pembangunan semacam ini perlu disosialisasikan sejak awal. Dan dia menyayangkan dari pihak yang mengerjakan proyek yang tidak melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah.

“ Saran saya lapor saja ke dewan secara jelas dengan nama dan alamat. Nanti biar kita bantu menyampaikan ini ke bagian yang mengerjakan proyek ini. Tentunya pembangunan proyek pemerintah tidak membuat warganya menjadi dirugikan seperti ini,” kata Agus Zunaedi. (*)

Pewarta : Mardiano Prayogo
Editor : Yunan Helmy
Publisher : bayu pradana
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close