Empat Paslon Mendapat Nomor Urut

Selasa, 13-02-2018 - 21:28 WIB Empat Paslon menunjukkan nomolr urut yang didapat setelah diundi (Agus Salam/Jatim TIMES) Empat Paslon menunjukkan nomolr urut yang didapat setelah diundi (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Empat Pasangan Calon (Paslon) yang akan bertarung pada pilwali 27 Juni 2018 nanti, akhirnya mendapatkan nomor urut. Diposisi urutan pertama adalah pasangan Suwito dan Ferry Rahyuwono (WiFi).

Fernanda Zulkaranain-Zulfikar Imawan (Sang Tretan) nomor 2. H.Syamsu Alam dengan H.Kulub Widyono (Alamku) nomor urut 3 dan Pasangan Hadi Zainal Abidin-Muhamad Saufis Sobri (Handal Brillian) diurutan 4.

Nomor urut tersebut ditetapkan dalam Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan nomor urut pasangan calon (Paslon) wali Kota dan Wakil Wali Kota, Selasa (13/2) sekitar pukul 13.00 di hall and Resto Orin. Hasir dalam acara tersebut, Wakapolresta, Dandim 0820, wali kota yang diwakili Paeni Asisten Pemerintahan dan Politik, komisioner KPU dan Panwaslih, lima camat, PPK dan PPL. Panwascam dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemkot serta seluruh tim pemenangan dari partai pengusung dan pendukung.

Sebelum  pengundian dimulai acara dibuka dengan kesenian tradisional, dilanjut laporan sekretaris KPU. Kemudian sambutan dari ketua KPU, Asisten Pemerintahan dan Politik dan ditutup dengan doa yang dipimpin kepala Kemenag Kota Probolinggo. Acara dilanjutkan pengundian.

Satu-persatu paslon diminta naik ke atas panggung dan mengambil nomor pengambilan pengundian. Adapun yang mengambil nomor tersebut adalah seluruh calon wakil wali kota secara bergantian.

Beberapa saat kemudian, acara dilanjut pengambilan nomor urut paslon yang dilakukan oleh seluruh calon wali kota. Mereka bergantian mengambil nomor urut dan tidak boleh langsung dibuklka.

Mereka diminta menunggu hingga seluruh calon wali kota selesai mengambil nomor urut undian. Setelah selesai pengambilan nomor urut undian, paslon diminta membuka bersama-sama. Saat dibuka, seluruh calon bergembira setelah mengetahui nomor urutnya, Bahkan sampai ada yang melompat-lompat dan berpelukan dengan pasangannya.

Usai acara, ketua KPU Ahmad Hudri mengatakan, nomor yang didapat paslon merupakan nomor urut resmi. Mereka berhak mencantumkan nomornya pada baliho, spanduk, banner, stiker, panflet atau sejenisnya. Hanya saja, untuk gambar banner dan sejenisnya, paslon tidak bisa seenaknya memasang. Lokasi atau tempat pemasangan KPU yang mengatur.

“Selain KPU, paslon juga bisa mencetak dan memasang banner atau spanduk. Tapi lokasinya, kami yang mengatur,” tandasnya.

Dijelaskan, paslon boleh memasang alat peraga kampanya, saat massa kampanye dimulai, yakni sejak tanggal 15 Februari mendatang. Meski paslon mendapat kesempatan memasang alat peraga kampanye,paslon tidak bisa memasang sembarangan. Tetapi menunggu instruksi karena lokasi pemasangan, yang menentukan adalah KPU.

“Prosentase jumlah banner yang dipasang paslon, juga diatur. Kalau misalnya setiap calon lima banner yang dipsang KPU, maka paslon hanya boleh memasang 7 banner. Jumlahnya tiga kali lipat atau 150 persen dari jumlah yang dipasang KPU,” tandasnya.

Hudri juga mengatakan, hari ini, Rabu (14/2) paslon atau tim kampanye, harus menyerahkan rekening khusus dan dan laporan awal dana kampanye ke KPU. Sedang mulai Kamis (15/2) hingga tanggal 23 Juni proses pelaksanaan kampanye dengan berbagai metode. Seperti penyebaran bahan kempanye, alat peraga kampanye, debat public pertemuan terbatas yang terakhir rapat umum yang setiap calon hanya memiliki satu kesempatan. “Kami nanti yang ngatur jadwalnya. Ya harus ditaati oleh semua peserta kampanye,” pungkasnya. 

 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber :
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close