Alat Peraga Kampanye Paslon di Probolinggo Diturunkan

Selasa, 13-02-2018 - 21:30 WIB Petugas menurunkan banner salah satu paslon di salah satu jalur (Agus Salam/Jatim TIMES) Petugas menurunkan banner salah satu paslon di salah satu jalur (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Panwaslh Kota Probolinggo, benar-benar melaksanakan janjinya. Selasa (12/2) mulai pagi sekitar pukul 08.00 hingga solre, menertibkan alat peraga paslon wali dan wali kota.

Hanya saja belum diketahui, apakah seluruh alat peraga Kampanya (APK) yang berupa banner, nalihi, spanduik atau sejenisnya, sudah diktertibkan seluruhnya. Dan berapa jumlah APK yang sudah diturunkan.

Bersama, Polresta, Satpol PP, KPU, PPK dan PPL. Panwaslih melakukan pembersihan APK di sejumlah ruas jalan dan tempat-tempat strategis. Azam Fikri Komisioner Panwaslih bagian pencegahan mengaku ada 3 tim yang menertibkan APK.

Tim yang terdiri dari Satpl PP, Polresta, KPU, Panwascam dan PPL itu melakukan pembersihan APK di lima kecamatan secara serentak.

Tim 1 bertugas di wilayah Kecamatan Mayangan, tim 2 di Kecamatan Kanigaran dan Wonoasih  sedang tim 3 di Kecamatan Kedopok dan Kecamatan Mayangan.

Tiga tim yang dibentuknya tersebut akan menyisir jalur yang ada di wilayah tugasnya. Mereka akan menurunkan APK yang masih tgerpasang atau tidak diturunkan tim paslon. APK yang menjadi target adalah, banner spanduk atau baliho, baik bergambar paslon atau foto calon yang sendirian.

Bahkan banner calon yang foto bersama orang lain, sepertgi anggota DPRD, tokoh agama dan masyarakat atau pendukung lainnya, juga ditertibkan. “Semua banner yang ada gambar calon,” katanya.

Sedang untuk banner partai politik (Parpol) dinbbiarkan alaias tidak diturunkan. Saat ditanya, bagaimana jika lokasi banner tertanam di halaman warga ? Azam Fikri mengatakan akan diturunkan, jika bisa dilihat.

Pihaknya akan meminta izin ke pemilik lahan untuk men ertibkan banner yang tertancap di halamannya. Sudang untuk banner paslon yang ditutup kain agar tidak kelihatan, pihaknya akan mempertimbangkan. “Ya kalau gambarnya masih kelihatan, kami turunkan juga. Kalau ditutupi kain tapi tidak kelihatan, enggak kami tgertibkan,” tambahnya.

Azam, masih akan berkoordinasi dengan komisionir Panwaslih laingnya dan KPU soal gambar calon yang terpasang atau tertempel di kendaraan rolda empat. Baik angkutan umum, maupun kendaraan probadi. Apakah, juga harus dicopot dan ditertibkan atau dibiarkan.

“Soal itu, kami akan berkoordinasi lagi. Kalau tertempel di kaca atau dinding dan tembok rumah, kami lepas. Kami akan minta izin  dulu ke pemilik rumah,” tandasnya.

Terpisah, salah satu Komisioner KPU, Divisi Hukum Tirmidzi, mengatakan penertiban dilakukan karena amanat Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016. Karenanya, ia meminta paslon dan timnya juga ikut menurunkan baliho atau bannernya.

Tanpa menunggu tim Panwas dan KPU yang menertibkan.Tirmidzi juga menyinggung soal banner yang terpasang di angkutan kota untuk segera dicopot sebelum masa kampanye tangga 15 Februari 2018.

"Kami sudah mendiskusikan bersama Panwaslu, soal banner di angkutan kota dan kendaraan pribadi. Ya, harus dicopot. Harus memberitahukan dulu, soalnya kalau diangkot sudah dikontrak Paslon. Untuk menambah penghasilan,” ujarnya singkat.

Pelaksanaan kampanye dengan berbagai metode. Seperti penyebaran bahan kempanye, alat peraga kampanye, debat public pertemuan terbatas yang terakhir rapat umum yang setiap calon hanya memiliki satu kesempatan. “Kami nanti yang ngatur jadwalnya. Ya harus ditaati oleh semua peserta kampanye,” pungkasnya. 

 

 

 

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber :
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close