Ikut Pilkada, Syahri Mulyo Tinggalkan Pendopo

Rabu, 14-02-2018 - 18:31 WIB Syahri Mulyo (baju merah peci hitam) dan Maryoto Birowo (baju putih peci hitam) ditengah pendukungnya (foto : Joko Pramono/TulungagungTIMES) Syahri Mulyo (baju merah peci hitam) dan Maryoto Birowo (baju putih peci hitam) ditengah pendukungnya (foto : Joko Pramono/TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi, mulai berkemas meninggalkan Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Rabu (14/2/2018) .

Selama proses pilkada berlangsung, dirinya dan wakilnya tidak lagi menggunakan fasilitas negara dalam kegiatan sehari-harinya selama masa kampanye Pilkada Tulungagung 2018 berlangsung.

“Saya mulai Rabu (14/2) akan tinggal untuk sementara di rumah Ngantru (kediaman pribadi),” ujar Bupati Syahri Mulyo seusai acara rapat pleno terbuka pengundian dan pengumuman nomer urut Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung 2018 yang diselenggarakan KPU Tulungagung di Hotel Crown Victoria Tulungagung, Selasa (13/2).

Saat ditanyakan pengisi kekosongan jabatan Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo enggan mengungkapkan siapa yang akan menjadi Plt atau Pj Bupati Tulungagung. Ia menyatakan hal itu bukan kewenangannya.  “No comment masalah itu,” katanya.

Sedang Margiono yang menjabat sebagai Ketua PWI Pusat sudah pula menyatakan non aktif sejak ditetapkan oleh KPU Tulungagung sebagai Cabup Tulungagung, Senin (12/2) lalu. Meskipun secara organisatoris tidak ada kewajiban di PWI untuk non aktif ketika mencalonkan diri sebagai calon kepala daerah.

Selasa (13/2) kedua pasangan calon mengambil indian nomer urut dalam rapat pleno KPU. Pasangan Margiono-Eko Prisdianto (Mardeko) mendapatkan nomer urut 1 dalam pertarungan pilkada Tulungagung 2018, sedang pasangan Sahto medapat nomer urut 2. 

Nomer urut yang mereka dapatkan tak hanya sebagai formalitas dalam pertarungan Pilkada, mereka menganggap nomer urut yang mereka peroleh mempunyai banyak arti.

Seperti halnya pasangan Mardeko yang mendapat nomer 1. Bagi mereka nomer 1 berarti menjadi nomer 1 di Kabupaten ini. 

"Ini berarti kita akan menjadi nomer 1 dalam Pilkada tahun ini," ujar Margiono pasca pengundian nomer urut peserta pilkada.

Sementara itu pasangan Sahto, nomer 2 berarti banyak hal. Selain pertanda untuk 2 periode, nomer 2 jika ditunjukkan dengan jari berarti kemenangan.

"Ini sesuai dengan keinginan kita untuk mendapat angka 2, yang berarti kita lanjutkan untuk 2 periode dan berarti kemenangan," ujar Syahri Mulyo.

Dalam pengundian kali ini, para pendukung pasangan calon saling teriakan dukungan di.luar ruangan rapat.

Pendukung Mardeko teriakan dukungan "Masuk Pak Eko dan Margiono dadi Bupati". Sedang pendukung pasangan Sahto teriakan dukungan "Panggah Sahto". 

Pengamanan ekstra dilakukan dalam pengundian nomer urut Pilkada ini. Setidaknya sekitar 150 aparat kepolisian disiagakan untuk mengamankan kegiatan ini.

Untuk selanjutnya, kedua pasangan calon akan mengikuti tahapan Pilkada. Tahapan berikutnya ialah kampanye yang akan mulai dilakukan pada 15 Februari mendatang.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close