Kelenteng Sumber Naga Tambah Pengamanan, Antisipasi Kasus Tuban dan Jogja

Rabu, 14-02-2018 - 21:39 WIB Komisi 1 DPRD Kota Probolinggo bersama satpol PP dan polresta saat berkunjung ke Kelenteng Sumber Naga. (Agus Salam/Jatim TIMES) Komisi 1 DPRD Kota Probolinggo bersama satpol PP dan polresta saat berkunjung ke Kelenteng Sumber Naga. (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO –  Kelenteng Sumber Naga Kota Probolinggo diminta melibatkan petugas keamanan eksternal dalam merayakan tahun baru imlek. Tujuannya, agar pelaksanaan sembahyangan yang akan digelar Kamis (15/2) besok sekitar pukul 19.00 berlangsung khidmat dan aman.

Untuk keperluan itu, kelenteng yang berada di Jalan WR Supratman itu akan mendirikan posko keamanan di sejumlah tempat di sekitar tempat acara berlangsung.

Permintaan tersebut disampaikan Komisi 1 DPRD Probolinggo Kota  saat berkunjung ke klenteng, Rabu (14/2) pukul 13.30. Komisi yang diketuai Abdul Azis itu berkunjung ke kelenteng bersama Dinas Satpol PP dan Polres Probolinggo Kota untuk melihat kesiapan acara sembahyangan yang dilanjutkan pesta kembang api. Siang itu, Kelenteng Sumber Naga tengah menurunkan dan merapikan lilin berukuran besar.

Permintaan agar kelenteng menambah personel pangamanan terjadi  setelah ketua komisi 1 mendengar kalau pengamanan pelasksanaan menyambut tahun baru Imlek, hanya dijaga 2 orang keamanan internal. Wakil Ketua Kelenteng Sumber Naga Agung Wibowo yang menyambut rombongan komisi 1 bersedia menambah petugas keamanan eksternal. “Ini, teman-teman satpol PP dan polresta serta kodim siap membantu pengamanannya,” kata Azis, yang diangguki oleh Agung.

Azis meminta keamanan harus ditambah, karena ia tidak ingin kejadian penyerangan saat umat Nasrani beribadah di Tuban dan Jogjakarta tidak terjadi di wilayahnya. Meski kejadian di dua wilayah seperti itu kemungkinannya kecil terjadi di Kota Probolinggo, namun paling tidak untuk antisipasi. “Kami ingin, umat khonghucu dalam beribadah, khusuk sampai selesai. Ini kan antisipasi,” tambahnya.

Politikus PKB ini juga meminta panitia penyelenggara malam tahun baru imlek mendirikan posko keamanan. Sebab, menurutnya jika ada posko dan ditempati petugas keamanan, orang yang akan membuat kekisruhan diacara tersebut, berfikir seratus kali. “Mereka yang berencana membuat onar di malam peringatan tahun baru Imlek, tidak akan berani. Ya, karena mereka melihat penjagaannya, ketat,” pungkasnya.

Sementara itru, Agung Wibowo menyambut baik tawaran komisi 1. Pihaknya akan memb ujat posko disejumlah tempat yang diingini petugas keamanan. P:ihaknya akan berkoordinasi dengan panitia malam tahun baru untuk menyediakan posko sesuai permintaan dan harapan komisi. “Ya, terima kasih sarannya. Akan kami beritahukan ke panitia. Ini kan demi suksesnya acara kami,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Agung juga menyinggung soal kesiapan acara menyambut puncak malam tahun baru imlek. Seluruh persiapannya selesai, hanya tinggal mengatur tata letak lilin berukuran jumbo.Tak lebih dari lilin berbagai ukuran, yang baru datang dan akan  ditaruh di dalam klenteng. “Hanya tinggal mengatur tata letak lilin. Ini sumbangan umat. Kami belum menghitung secara pasti. Tapi kalau diuangkan, lilin sebanyak ini sekitar Rp 300 juta,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Agus Salam
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close