Tiga Orang Diciduk setelah Aniaya Mitra Kerja

Rabu, 14-02-2018 - 21:49 WIB Tampak ketiga tersangka diamankan di Polsek Kota Tulungagung. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES Tampak ketiga tersangka diamankan di Polsek Kota Tulungagung. / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG –  Tiga orang penjual ikan dari Kecamatan Ngunut dan Sumbergempol harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, mereka mengeroyok rekan kerjanya, Dedik Setyawan (31), warga Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru, pada Jumat (9/2) lalu.

Dugaan penganiayaan yang dilakukan di rumah kos Jalan MT Haryono, Kelurahan Bago, itu karena ketiga tersangka jengkel kerap ditipu masalah utang-piutang.  "Kami tangkap ketiganya Senin (12/02) malam atas dugaan penganiayaan," kata Kapolsek Kota Kompol Musthafa Alhadar. 

Ketiga tersangka adalah Agus Setiawan (39), warga Desa Sumberejo Kulon; Vicky Fawzi (31), warga Desa Kromasan Kecamatan Ngunu; dan Rahayu Agustin (37), warga Desa Bendiljati Wetan, Kecamatan Sumbergempol, serta barang bukti berupa baju korban yang berlumuran darah dan hasil visum. "Korban penganiayaan mengalami luka cukup serius pada bagian wajah dan tulang hidungnya patah," jelas kapolsek.

Mustafa melanjutkan, pengungkapan kasus bermula dari laporan korban yang  mengaku baru dikeroyok oleh ketiga tersangka hingga tulang hidungnya patah dan ketiganya  juga meminta sejumlah uang.  "Korban ini tidak memiliki uang yang diminta. Aakhirnya teman wanita korban menyerahkan sejumlah perhiasan senilai Rp 3 juta," katanya.

Merasa belum cukup, Agus Setiawan hendak kembali ke kos korban untuk meminta sejumlah uang dan korban memberikan informasi ke polsekta.  Ternyata benar, Agus Setiawan datang ke kos, kemudian petugas langsung menciduknya. 
"Petugas langsung menginterograsi dan diminta menunjukkan lokasi kedua temannya.  Akhirnya kedua temannya juga berhasil di amankan," papar Kompol Musthafa. 

Kepada polisi, ketiganya tega mengeroyok karena jengkel terhadap korban. Menurut mereka, korban sering membeli ikan kepada petani namun pembayarannya tidak pernah beres, bahkan para petani tersebut mengira salah satu tersangka yakni Agus Setiawan adalah komplotannya.
"Jadi setiap membeli ikan, korban memakai mobilnya Agus Setiawan, otomatis petani yang hafal ya mobil tersebut," terangnya.

Berdasarkan catatan kepolisian, tersangka Vicki Fawzi pernah masuk lembaga pemasyarakatan dengan kasus pencurian hp. Sedangkan Rahayu Agustin juga pernah dua kali masuk penjara karena kasus Narkotika dan pil dobel L.

Polisi masih melakukan penyidikan kasus untuk mencari siapa dalang dari kasus pengeroyokan ini karena antara ketiga tersangka masih ada perbedaan pengakuan.(*)

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close