Ternyata, Heru Budi Warga yang Diusir dari Kampungnya Punya Dokumen Kependudukan Seperti Ini

Jum'at, 09-03-2018 - 19:11 WIB Heru Budi (berdiri) saat tunjukan bukti kependudukan pada DPRD (foto : Joko Pramono/Jatim Times) Heru Budi (berdiri) saat tunjukan bukti kependudukan pada DPRD (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNGTerungkap fakta baru dalam hearing antara Heru Budi Setyawan dan jajaran eksekutif, Kadis Dispendukcapil, Camat Kalidawir, serta Muspika Kalidawir yang difasilitasi oleh DPRD Kabupaten Tulungagung. Dalam hearing itu ternyata Heru Budi yang diusir oleh warga dari kampungnya itu mempunyai dokumen kependudukan ganda. 

"Heru Budi Setyawan masih tercatat sebagai warga Kabupaten Tulangbawang dan Lampung Tengah," ujar Kadispendukcapil Tulungagung, Justi Taufik.

Cukup mudah untuk mengetahui kegandaan dokumen kependudukan yang bersangkutan. Cukup dengan mengetik nama dan tanggal lahirnya saja, maka akan muncul data orang yang bersangkutan.
"Tinggal ketik nama dan tanggal lahir sudah muncul semua datanya," terang Justi Taufik.

Dampaknya, bagi warga yang masih mempunyai kependudukan ganda, tidak akan bisa memiliki KTP Elektronik. Pasalnya untuk mempunya KTP-E, ada proses peninggalan identitas, baru KTP-E bisa dicetak oleh Dispendukcapil.
"Kan tercatat di Tulangbawang sama Lampungtengah, jadi tinggal hapus saja data dari salah satu kabupaten itu," urai Justi pada awak media.

Permasalahan kegandaan kependudukan itu diakui oleh Heru Budi Setyawan. Heru panggilan akrabnya membenarkan jika dirinya pernah berdomisili di Tulangbawang dan Lampung Tengah. Dirinya tidak menampik jika saat ini masih berstatus sebagai warga Lampung Tengah.
"Memang saya belum menjadi warga Tulungagung, namun saya ingin menjadi warga Tulungagung," kata Heru Budi.

Sementara itu ketua DPRD Tulungagung, Supriyono selepas hearing jelaskan adanya kesimpang siuran yang harus diluruskan dalam permasalahan ini. 
"Tadi ada hal-hal yang tidak sesuai menurut Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta menurut Kapolsek Kalidawir, namun kita akan tindak lanjuti sesegera mungkin," kata Supriyono.

Pria lajang itu juga menyoroti adanya hal yang tidak sesuai dalam KK milik Heru Budi. Pasalnya, 2 anak terkecil Heru Budi berasal dari istri keduanya, namun dalam dokumen kependudukan dimasukan dalan KK istri pertamanya.
"Ada 2 anaknya dari istri kedua, namun dimasukan dalam KK istri pertamanya, kita juga mempertanyakan keabsahannya," ujarnya lebih lanjut.

Meski demikian, dirinya meminta agar permasalahan ini segera selesai. Dalam penutupan hearing itu dirinya meminta kepada Heru Budi untuk segera mengurus dokumen kependudukan je dua anaknya di Dispendukcapil Lamoungtengah agar dokumen kependudukan bisa segra diurus.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Publisher : zaldi deo
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close