Terima Order, Empat Driver Taksi Online Ini Ditangkap Polisi, Mengapa?

Selasa, 13-03-2018 - 18:53 WIB Para tersangka saat digelandang petugas Polda Jatim Para tersangka saat digelandang petugas Polda Jatim

JATIMTIMES, SURABAYASindikat pemesanan taksi online abal-abal dibongkar pihak Ditreskrimsus Polda Jatim. Ada lima orang yang diamankan sebagai sindikat yang dinamai pelor ini. Empat pria selaku driver dan seorang perempuan bertindak sebagai admin.

Kelima tersangka ini adalah, Daniel Christian Tong, 35, asal Jalan Kapasari Gang Gembong Kinco, Moudy Gutama Halim, 33, warga Komleks San Diego Blok M2 Pakuwon City, Kong Dimas Setya Kurniawan, 26, warga Jalan Sutorejo Tengah IV, Juan Suseno, 33, warga Jalan Jagalan I, dan Maria Hanavie, 35, warga Dukuh Gogol Jalan Menganti.

Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Arman Asmara, menjelaskan sindikat pelor ini terorganisir secara rapi. Kelompok ini juga diwadahi dalam grup WA bernama XERO yang didirikan sejak November 2017. Untuk mencari bonus disiapkan 120 unit ponsel pemesanan penumpang fiktif.

Adminnya adalah Maria Hanavie. Ia yang mengelola iuran dari setiap driver dalam sindikat ini. Setiap perbulannya driver diwajibkan membayar Rp 350.000.

"Dalam kelompok ini, pembiayaan service mobil dan pembelian ponsel untuk pelor yang digunakan para driver fiktif," ungkap AKBP Arman Asmara saat rilis di Bid Humas Polda Jatim, Selasa (13/3).

Sindikat ini dalam sebulan setiap driver bisa mengeruk pendapatan dari Grab Rp 30 juta. Kelompok ini hanya memanfaatkan bonus jarak pendek dari 10 trip yang dijalani. Setiap 10 trip, tersangka mendapat bonus Rp 120.000.

Padahal tersangka setiap operasi membawa ponsel sebanyak 30 buah yang bisa dijalankan 30 trip, sehingga dalam beberapa jam tersangka bisa mendapat bonus Rp 360.000 bahkan sampai Rp 1 juta.

"Misalnya Grab dipacu dari depan Polda Jatim sampai jarak 500 meter ponsel pemesan fiktif dimatikan. Tak lama lagi, tersangka menekan lagi pemesanan pada ponsel lainnya dan jarak 500 meter dimatikan. Itu diulang terus dengan ponsel lain yang sudah dipersiapkan di mobil," jelas Arman.

Dia menegaskan langkah yang dilakukan itu agar para tersangka memenuhi target dan mendapatkan bonus atau insentif dari perusahaan taksi online Grab. Selama setahun, kelompok ini bisa mengumpulkan uang Rp 360 juta. "Padahal kerjaan mereka hanya awu-awu dan tidak ada satupun penumpang yang diangkut," bebernya.

Kelompok ini juga sering berinteraksi dengan kelompok lain yang ada di Surabaya atau luar kota. Bahkan ponsel pelor yang dipakai kelompok ini bisa saling tukar dengan kelompok lain. Apalagi nomor ponsel sekarang ini murah dan dapat diperoleh dimana saja.

Terbongkar sindikat ini berawal dari penangkapan, Senin 5 Maret 2018. Anggota Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim mengamankan tiga orang yang tertangkap tangan.

Mereka tengah melakukan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik dengan cara sengaja dan tanpa hak melakukan manipulasi. Tersangka yang tertangkap awal adalah Daniel, Mody, dan Suseno. Setelah dikembangkan dua tersangka lagi ditangkap yakni Maria dan Kong Dimas.

Dalam kasus ini, kelima tersangka dijerat pasal 35 juncto pasal 51 ayat 1 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 1 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto pasal 55 KUHP dan pasal 378 KUHP juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Pewarta : M. Bahrul Marzuki
Editor : A Yahya
Publisher : bayu pradana
Sumber : Surabaya TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close