Divonis Bersalah Lakukan Pungli, Gaji Dua Guru Dipangkas Tinggal Separo

Selasa, 13-03-2018 - 18:57 WIB Arief Budiono, Kepala BKD Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times) Arief Budiono, Kepala BKD Tulungagung (foto : Joko Pramono/Jatim Times)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Divonis bersalah oleh pengadilan Tipikor, dua guru Rudi Bastomi dan Suoraptiningsih masih menikmati gaji sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Hanya saja, besaran gaji yang diterima guru SMPN 2

Tulungagung tidak sebesar saat masih tersandung kasus OTT pungutan liar (pungli) oleh Polres Tulungagung pada PPDB tahun lalu. Saat ini yang akan diterima kedua guru hanya separonya. "Mereka masih terima gaji separuh dari gaji pokoknya sebagai ASN," ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah Tulungagung, Arief Budiono siang tadi saat ditemui awak media.

Hingga saat ini pihaknya masih belum menerima salinan keputusan vonis terhadap keduanya. Meski keputusan pengadilan sudah berkekuatan hukum tetap lantaran baik dari Jaksa penuntut umum dan terpidana tidak mengajukan banding. Otomatis sanksi yang akan diberikan pun masih belum bisa dirumuskan.
"Kita masih menunggu salinan keputusan dari MA," ujarnya lebih lanjut.

Namun demikian, jika salinan keputusan sudah diterima , pihaknya akan segera merapatkan hal itu bersama tim yang terdiri dari BKD, Inspektorat, OPD terkait serta Dinas Pendidikan. 
"Langsung kita rapatkan bersama tim," jelas pria berkacamata itu.


Saat ditanyakan kemungkinan pemecatan terhadap keduanya lantaran dianggap bersalah dalam pengadilan Tipikor, dirinya masih belum bisa menjawab. 
"Keputusan berada di tangan tim, nanti kita juga pertimbangkan dasar hukumnya dari UU Tipikor dan UU ASN," tandasnya.

 

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Publisher : bayu pradana
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close