Dinas PU Cari Pengembang Ruko Yang Ambruk

Selasa, 13-03-2018 - 19:07 WIB Alat berat DPUPR Kota Malang sedang membongkar sisa bangunan ruko yang roboh di Suhat(Muslimin/MalangTIMES) Alat berat DPUPR Kota Malang sedang membongkar sisa bangunan ruko yang roboh di Suhat(Muslimin/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Robohnya bangunan ruko di kawasan Soekarno Hatta Indah II blok E1 pada 1 Februari 2018 berbuntut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang mencari tahu pengembang yang membangun ruko tersebut.

Kepala DPUPR Kota Malang, Hadi Santoso mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah mencari informasi dengan mengundang Pemilik, Ketua Rw, Lurah serta Camat untuk mencari tahu pengembang ruko tersebut.

"Pengembang akan dimintai klarifikasi bagaimana ini kok dulu bangunnya mepet saluran air. Makanya kami cari, mudah-mudahan masih ada pengembangnya," beber Hadi (13/3/2018).

Menurutnya, robohnya bangunan ruko tersebut tidak berdampak pada bangunan di sebelahnya. "Jika dilihat putusnya beton kan di daerah atas itu, mestinya monolic atau menyambung dengan sebelahnya. Sehingga jika bangunan roboh, maka akan tertarik. Hal itu juga akan kami minta klarifikasi," imbuh Hadi.

Lanjutnya, setelah dilakukan penelitian berkas, bangunan yang roboh itu memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tahun 2002. Maka dari itu, aka dicari ada tidaknya kesalahan pada proses perizinannya. Saat ini masih dicari pengembangnya untuk dimintai klarifikasi.

"IMB nya tahun 2002, maka kami mohon waktu untuk mencarinya. Ruko ini sendiri dibeli oleh pemilih saat ini tahun 2007, nah tangan yang pertama ini beli dari pengembang mana, ini yang kami cari," bebernya

Ia menegaskan, harusnya menurut aturan, bangunan yang dibangun di dekat saluran air harus berjarak lima meter dari sepadan. Sehingga jika bangunannya hanya berjarak satu atau dua meter dari saluran air, sudah jelas melanggar dan tidak diperbolehkan.

"Makanya apakah nanti ada sanksi atau tidak masih akan kami cek lagi, proses perizinannya," jelas Soni begitu Kepala DPUPR itu akrab disapa.

Untuk penanganan, bangunan ruko yang roboh ini dibongkar dengan menggunakan escavator. Saluran air akan dinormalisasi dari material-material bangunan.

"Kami sudah sepakat dengan pemilik bangunan untuk membongkar bangunan ruko tersebut agar tidak meresahkan warga atau bangunan di sekitarnya. Selain itu, lahan bangunan ini masih belum kami izinkan untuk dilakukan pembangunan kembali sampai semuanya clear," tandasnya

Sepadan nantinya akan dibangun pelngsengan agar tidak kembali terjadi longsor susulan. Namun untuk itu, nantinya kam juga akan bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pengairan Provinsi karena saluran sungai tersebut masuk provinsi

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : A Yahya
Publisher : bayu pradana
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close