Mahasiswi Unej Asal Probolinggo Hilang, Berikut Kronologinya

Selasa, 13-03-2018 - 21:11 WIB Paman Maulida menunjukkan foto Maulida (Agus Salam/Jatim TIMES) Paman Maulida menunjukkan foto Maulida (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Seorang gadis bernama Maulida Indiana (22) warga Jalan KH Ahmad Dahlan, RT 4 RW 16, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, dikabarkan hilang. Hingga kini  mahasiswi semester akhir tersebut belum diketahui keberadaannya, padahal sudah dua hari menghilang.

Ia menghilang sejak Minggu (11/3) pukul 18.30 setelah berpamitan hendak Coklit (Pencocokan dan Penelitian) pemilih pada Pilwali mendatang.  

Tak hanya keberadaannya, pihak keluarga juga tidak mengetahui, mengapa putri kedua dari tiga bersaudara ini, tiba-tiba menghilang. Mereka juga telah mencari ke mana-mana, termasuk ke rumah saudara dan teman-teman, namun tidak membuahkan hasil.

Keluarganyapun sudah melaporkan hilangnya mahasiswi Universitas Jamber (Unej) Fakultas Ekonomi jurusan menejemen tersebut ke Mapolres Probolinggo Kota.

Kini keluarganya, hanya bisa pasrah dan berharap Maulidiyah Indiana pulang ke rumahnya dan berkumpul lagi bersama keluarga seperti sebelumnya. Disebutkan, Maulida diketahui dan dipastikan menghilang, setelah sampai larut malam tak kunjung pulang.

Padahal, dara manis berjilbab tersebut berpamitan hendak mencoklit (Mencocokkan dan meneliti) daftar pemilih pilkada serentak. Riswandika (18) adik Mauludiyah yang mengantar kakaknya mengaku, tidak tidak tahu kemana kakak perempuannya pergi. Usai mengantar kakanya ke gang buntu, utara rumah tinggalnya, Riswandi langsung pulang.

“Saya mengantar ke gang buntu diutara sana. Terus saya pulang,” tandasnya, Selasa (13/3) siang sekitar pukul 11.30.

Hal senada juga diungkap Nuraini (48) tante atau bibi Maulida yang siang itu berada rumah Maulida bersama keluarga yang lain. Ia menyebut, keponakannya tidak pernah bertengkar dengan keluarga, ibu dan kakak beserta adiknya.

“Tidak pernah bertengkar dan tidak punya masalah dengan keluarga. Dia itu, jarang ngomong dan selalu di rumah saat pulang dari Jember,” tandasnya.

Maulida keluar, saat bekerja mensesnsus warga dan selalu kembali. Nuraini tidak tahu, mengapa ia tidak pulang, padahal hanya berpamittan mau sensus. Diketahui Maulida mengisi liburnya sambil menggarap skripsi menjadi petugas coklit atai PPDP (Petugas Pemutakhiran Data Pemilih) KPU Kota Probolinggo. “Pamitannya mau coklit. Adiknya yang ngantar. Enggak tahu, kok sampai saat ini tidak pulang,” tandasnya.

Nuraini juga mengatakan, pihak keluarga pernah menghubungi hand phonenya, namun dimatikann setelah diangkat. Bibinya juga menceritakan, kalau Maulida pernah menelepon teman kuliahnya, namun dimatikan saat ditanya keberadaannya. “Jadi kami bertambah bingung. Ponakan saya itu kalau ditelpon dan menelpon, dimatikan saat ditanya ada dimana. Jadi kami sekeluarga, tidak tahu, dia sekarang ada di mana,” tandasnya.

Ditanya, apakah dibawa pacarnya ? Nuraini dan keluarga yang lain mengatakan tidak mungkin. Sebab, antara Maulida dan pacarnya yang bernama Kemal warga Jalan Mastrib, tidak ada masalah.

Bahkan, kemal bersama orang tuanya sering berkunjung ke rumah Maulida. Kemal berpacaran dengan Maulida sejak sekolah di SMKN Kota Probolinggo.

“Kami sudah menghubungi pacarnya yang saat ini berada di Jogja. Katanya, Maulida tidak bersamanya,” pungkasnya.

Saat dihubungi wartawan, Kemal mengaku tidak bersama Maulida. Ia mengetahui pacarnya hilang setelah dihubungi keluarga Maulida. Saat ditanya di mana alamat Maulida, Ia mengatakan lbarat lapangan angguran, kebonsari Kulon.

Kemal juga mengaku, kalau yang memposting pengumuman hilangnya Maulida di medsos, dirinya dan bagi yang menelpon menghubungi nomer telponnya. “Saya yang memposting foto itu. Itu nomor HP saya,” katanya singkat.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : bayu pradana
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close