Warga Karangrejo Tuding Warung Karaoke 'Minapolitan' Biang Keresahan, Mengapa?

Selasa, 13-03-2018 - 21:15 WIB Warga pernah sampaikan uneg-unegnya di rumah Kepala Desa masalah keberadaan warkop Karaoke di Minapolitan (Foto : Muhni/TulungagungTIMES) Warga pernah sampaikan uneg-unegnya di rumah Kepala Desa masalah keberadaan warkop Karaoke di Minapolitan (Foto : Muhni/TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Awalnya hanya persoalan pribadi, namun kemudian merembet pada hal lain yang berujung desakan untuk mengevaluasi keberadaan warung kopi berkaraoke.

Hal itu terjadi di Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung. 

"Dulu ada karaoke ditutup, sekarang malah ada lagi karaoke. Bahkan karena ada masalah itu beberapa hari lalu sempat ada yang mau bunuh diri dengan cara gantung diri. Untung ketahuan istrinya," kata SR warga sekitar. 

SR menceritakan, kasus bunuh diri yang terjadi karena dugaan kecemburuan dengan istri. Saat itu, JL (35) bermasalah dengan istri RY karena diduga RY yang telah hamil ada hubungan dengan orang lain dan memberikan dana untuk membuka usaha karaoke. 

"Merasa tak kuat menahan rasa cemburu itu, suaminya kemudian mencoba bunuh diri dengan tali. Beruntung istrinya mengetahui sehingga bisa di gagalkan usahanya. Akhirnya JL dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan," kata SR 

SR bersama beberapa warga lain meminta pemerintah desa untuk mengevaluasi keberadaan warung karaoke yang berada di kawasan Minapolitan II itu.

Menurutnya, akibat kejadian tersebut warga merasa kawasan yang ada dialihfungsikan dan minta untuk di evaluasi. 

"Kita sudah sepakat jika tidak ditutup akan melakukan demo. Karena selain tempat itu sudah alih fungsi juga mulai meresahkan. Tempat itu sejak dulu juga kurang bermanfaat bagi desa, jadi sawah saja menghasilkan dan diberi bangunan malah tidak menghasilkan," paparnya serius 

Pengelola Minapolitan, Sumarno mengaku masalah itu masalah pribadi dan tidak ada kaitannya dengan keberadaan proyek yang dibangun oleh pemerintah melalui dana Proyek Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). 

"Itu juga tidak terjadi di Minapolitan, itu (percobaan) bunuh diri terjadi dirumahnya. Jadi keliru jika itu dikatakan terjadi di Minapolitan," kata Sumarno. 

Meski demikian, Sumarno mengaku telah melakukan langkah persuasif dengan meminta pemilik warung kopi karaoke untuk mengurus ijin usaha. "Jika tidak bisa mengurus ijin usaha maka habis kontrak tidak bisa diperpanjang lagi," kata Sumarno.

Sumarno mengaku jika desa belum di untungkan yakni menambah pendapatan asli desa (PADes), namun jika di ukur dari aset maka desa telah diuntungkan. 

"Jika ukuran pendapatan jelas masih belum ada yang masuk ke desa. Namun jika di ukur aset, maka jelas desa beruntung karena punya fasilitas berupa gedung olah raga, tempat pemancingan, tempat usaha (warung) dan lapangan. Jadi ukuran (pendapatn) itu jangan dikaitkan," jelas Sumarno 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Heryanto
Publisher : bayu pradana
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close