Air Bag Tak Mengembang, Pejabat Pemkot Blitar Luka Serius Akibat Kecelakaan Beruntun Di Rejotangan

Selasa, 10-04-2018 - 15:05 WIB Didik Hariyadi (pejabat Pemkot Blitar) terluka di dalam mobil akibat kecelakaan beruntun di Rejotangan (Foto: Istimewa / TulungagungTIMES) Didik Hariyadi (pejabat Pemkot Blitar) terluka di dalam mobil akibat kecelakaan beruntun di Rejotangan (Foto: Istimewa / TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Kecelakaan kembali terjadi antara Mobil Honda City plat merah AG 24 PP dengan truk di Jalan Raya Desa Buntaran Rejotangan Tulungagung. Akibatnya, mobil Honda yang dikendarai pejabat Pemkot Blitar itu remuk terjepit dua truk, Selasa (10/4/2018) siang. 

"Mobil itu ditumpangi oleh Asisten II Kota Blitar, sekaligus Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Blitar, Didik Hariyadi," kata seorang saksi mata di lokasi kejadian. 

Keterangan yang didapatkan dari petugas, sebelumnya ada tiga mobil beriringan dari arah timur. Paling depan adalah truk tebu AG 8393 UM, kemudian sedan yang ditumpangi Didik, dan terakhir truk bermuatan gula merah AG 9543 VB.

"Truk yang di depan kasih resting mendadak," ujar Edi kenek pengangkut gula yang juga terlibat kecelakaan. 

Edi menambahkan, pengemudi sedan sempat mengerem dan berhenti dan truk yang ditumpangi juga sempat mengerem, namun jaraknya terlalu dekat sehingga tidak cukup untuk berhenti.

"Karena muatannya gula kan cukup berat, jadi tidak bisa langsung berhenti," tambah Edi.

Fatal akibatnya, truk yang dikemudikan Hari menabrak bagian belakang sedan hingga terdorong menabrak truk tebu di depannya. Akhirnya bagian sedan baik depan dan belakang ringsek parah. 

Beruntung, kabin sedan masih utuh meski benturan sangat keras. 

"Karena goncangannya terlalu keras sopir sedan tadi sempat mengeluh tidak bisa merasakan kakinya," ujar warga yang turut mengevakuasi. 

Kanit Laka Lantas Polres Tulungagung, Ipda Diyon Fitriyanto mengatakan, korban sudah dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan. 

"Sopirnya tidak terluka. Hanya penumpang yang di kiri depan (mengalami luka cukup serius)," ujar Diyon.

Diyon mengaku heran, karena airbag mobil tidak mengembang. Padahal mobil ini tergolong baru dan sudah dilengkapi fitur pengaman benturan ini.

"Kalau airbag-nya mengembang tidak mungkin luka parah. Tapi kenapa kok tidak mengembang?" pungkas Diyon 

Lokasi terjadinya kecelakaan cukup membuat kendaraan tersendat, namun akhirnya dapat diurai oleh petugas kepolisian yang segera datang ke TKP. 

Pewarta : Anang Basso
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close