Malang City Expo 2018: UMKM Malang Mesti Kuasai Pasar Online

Rabu, 11-04-2018 - 11:06 WIB Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi mengangkat dua jempol di depan stan peserta Malang City Expo 2018 di halaman barat Stadion Gajayana Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES) Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi mengangkat dua jempol di depan stan peserta Malang City Expo 2018 di halaman barat Stadion Gajayana Kota Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANGRangkaian peringatan Hari Jadi Ke-104 Kota Malang terus berlanjut. Hari ini (11/4/2018) Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang menggelar Malang City Expo 2018. 

Bertajuk Membangun Kota dengan Ekonomi Kreatif, produk-produk unggulan Kota Malang dikenalkan secara lagsung pada masyarakat di kawasan barat Stadion Gajayana Kota Malang hingga Kamis (14/4/2018) mendatang. Pjs Wali Kota Malang Wahid Wahyudi, dalam pembukaan acara tersebut, menekankan pentingnya akses pemasaran bagi produk-produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Yang menjadi tantangan selanjutnya adalah akses pemasaran, tidak cukup hanya manual tapi juga sudah harus online," tegas Wahid.

Dia menguraikan bahwa Kota Malang merupakan kawasan terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Jadi, sepantasnya dikembangkan ekonomi berbasis kreatif. Termasuk juga UMKM yang merupakan fondasi ekonomi kerakyatan di Indonesia. "Pengalaman menunjukkan bahwa UMKM dan industri kreatif yang tidak terpengaruh gejolak ekonomi global. Karena itu, Pemkot Malang sepakat mengembangkan ekonomi kreatif," tegasnya.

Wahid menambahkan, potensi pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif juga sangat ditunjang keberadaan perguruan tinggi di kota pendidikan ini. "Dari industri kreatif internal saja sudah sangat potensial. Keberadaan mahasiswa bisa jadi media promosi wilayahnya sebagai hasil industri kreatif," paparnya. 

Selain itu, dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat, industri kreatif Kota Malang tidak hanya dipasarkan di tingkat lokal, regional dan nasional. Tetapi juga ekspor ke mancanegara. "Meski begitu, kami masih berharap dukungan lebih optimal dari semua stakeholder untuk memperbaiki permasalahan yang dihadapi di dunia industri kreatif, di antara adalah masalah SDM (sumber daya manusai)," ujarnya. 

Dia menjelaskan bahwa industri kreatif dituntut memiliki inovasi agar hasilnya mampu bersaing. Karena itu, dari tahun ke tahun kualitas harus meningkat. Selain itu, packaging (kemasan) juga tidak boleh kalah dibanding prroduk daerah lain maupun produk impor. "Packaging masih kalah dari hasil industri kreatif berbagai negara, sehingga harus diperhatikan," urainya. 

"Selain itu juga permodalan. Pemprov bersama Pemkot Malang sudah mengambil berbagai kebijakan melalui Bank Jatim dan lain-lain, termasuk sistem pinjaman modal dengan bunga sangat rendah," tambahnya. 

Meski demikian, program tersebut juga mesti diimbangi dengan gencarnya sosialisasi. "Tidak menutup kemungkinan pelaku industri kreatif tidak tahu harus bagaimana. Karenanya perlu intervensi pemerintah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Malang Tri Widyani Pangestuti memaparkan bahwa Malang City Expo merupakan gelaran rutin untuk memberi kesempatan pada para pelaku induatri ekonomi kreatif. Baik itu UMKM, koperasi, maupun wirausaha sehingga mereka dapat meningkatkan promosi pemasaran produk pada konsumen secara langsung. 

"Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah Kementerian RI, badan pemerintah pusat, organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Malang, swasta, BUMN, BUMD, UMKM-UMKM serta koperasi dan wirausahawan," terang Yani, sapaan akrabnya. 

Yani menguraikan, Malang City Expo 2018 terdiri dari enam kegiatan besar. Yakni Pameran Nasional; Pagelaran Produk UMKM, Koperasi dan Kewirausahaan; Pameran Online Marketing, Marketplace dan Start-up; Festival Kuliner dan Waralaba. Juga ada Lomba Mewarnai, Talk Show and Coaching Digital Marketing, Pagelaran Seni Budaya, Musik Jazz dan lain-lain. 

"Sebagai acara nasional, Malang City Expo 2018 ini menampilkan pameran mulai dari infrastruktur, bisnis dan jasa, industri perdagangan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, pertanian dan perikanan, kerajinan tangan, seni dan budaya, ekonomi kreatif, sampai pelatihan dan pemberdayaan masyarakay dan produk unggulan," urainya. (*)

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Yunan Helmy
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close