Jelang Ramadhan, Polres Blitar Razia Ratusan Botol Miras dari Sejumlah Warung

Senin, 16-04-2018 - 14:55 WIB Ratusan botol miras berbagai merek dan empat jerigen berisi arak jowo berhasil diamankan Polres Blitar. (foto:Mardiano Prayogo/BlitarTIMES) Ratusan botol miras berbagai merek dan empat jerigen berisi arak jowo berhasil diamankan Polres Blitar. (foto:Mardiano Prayogo/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR –  Menjelang Ramadan Polres Blitar menggelar razia miras illegal. Dari operasi tersebut petugas berhasil mengamankan 265 botol miras berbagai merek yang tersebar di wilayah hukum Polres Blitar.

Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha mengatakan kalau operasi bernama Sikat Narkoba Semeru 2018 ini merupakan perintah tugas dari pimpinan Polri untuk memberantas segala bentuk peredaran minuman keras yang ilegal dan tidak memiliki izin edar.

“Dan di Blitar sendiri setelah dilakukan pencarian ke beberapa lokasi dan menghimpun informasi memang belum ditemukan adanya rumah produksi atau pabrik untuk miras ilegal ini. Tetapi ditemukan tempat peredaran atau penjualan miras tanpa izin,” ungkapnya.

Dia membeberkan hasil operasi khusus miras yang dilaksanakan dalam kurun waktu 7 hari ke belakang berhasil mengamankan 265 botol miras. Di antaranya merek Topi Miring 44 botol, Vodka 6 botol, Mansion satu botol, Anggur Merah 4 botol, McDonald satu botol, bintang kuntul 18 botol.

Kemudian Arak Jowo (Arjo) 10 botol satu botolnya 1,5 liter, 39 botol plastik ukuran 650 ML arak, Jowo , 9 botol plastik 1,5 liter arah Jawa dan 4 karung plastik persiapan wadah untuk miras dan juga ada 5 jerigen persiapan arah jowo yang siap untuk di ruang tuangkan ke dalam botol plastik.

“Semua dari 9 TKP Yang masing-masing dari 9 Kecamatan itu dari Garum, Wonotirto, Kesamben, Panggungrejo, Wates, Lotim, Doko Kemudian dari di Garum ada 2 TKP,” tuturnya.

Sedang dari dari 9 TKP ini juga didapat 9 tersangka. Yang masing-masing tersangka ini akan dikenakan sangsi tindak pidana ringan (tipiring) dengan pengenaan denda.

“Sejauh ini efek yang paling berat dan berdampak hukum adalah tipiring tapi di luar itu saya juga minta kepada masyarakat, untuk bisa memberikan sanksi sosial. Seperti contoh mungkin pak RT atau masyarakat sempat melarang membuka untuk sementara toko tersebut. Dan itu kewenangan ada pada lingkungan karena memang rata-rata toko itu tidak berizin,” imbaunya.

Dari semua tangkapan ini didapat dari warung-warung kecil di pinggir jalan. Sedang dari toko besar belum ditemukan oleh petugas. Dan kebanyakan mengaku dari wilayah Malang

“Dari keterangan tersangka mereka mendapatkan miras ini dari luar Blitar dari wilayah utara,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Mardiano Prayogo
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close