Lurah Garum Kalah di Praperadilan, Tinggal Tunggu Peradilan Selanjutnya

Senin, 16-04-2018 - 16:14 WIB Suasana sidang putusan Pra-peradilan Kasus OTT Pungli Lurah Garum di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Blitar. (foto:Mardiano Prayogo/BlitarTIMES) Suasana sidang putusan Pra-peradilan Kasus OTT Pungli Lurah Garum di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Blitar. (foto:Mardiano Prayogo/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Sidang praperadilan diajukan pihak Lurah Garum yang menganggap penetapan tersangka tidak sah telah sampai di tahap putusan pada Senin (16/4/2018). Di sini oleh hakim tunggal, Mulyadi, permohonan Lurah Garum untuk penangguhan status tersangka itu di tolak oleh pengadilan.

Lurah Garum Bambang Cahyo Widodo melalui kuasa hukumnya, Mulyadi, yang waktu itu permohonannya dikalahkan oleh pengadilan berlapang dada menerima putusan hakim. Dan nantinya akan mengikuti prosedur yang ada mengikuti peradilan selanjutnya.

“Karena praperadilan ini kita dalam posisi yang dikalahkan, prosedur selanjutnya bagaimana kita ikuti Iya siap. Terutama terkait dengan masalah materi pokok perkara tadi disampaikan. Juga terkait kepemilikan uang apa dan sebagainya. Itu sudah menyangkut pokok perkara nanti kita buktikan dalam proses peradilan selanjutnya,” ujar Mulyadi.

Sedang dari pihak termohon, Polres Blitar diwakili Kabag Hukum Ipda Burhanudin mengatakan sejak awal operasi tangkap tangan (OTT) sudah yakin kalau memenuhi prosedur. Dan selanjutkan pihaknya akan menyerahkan berkas untuk diproses kejaksaan untuk naik ke peradilan.

“Selanjutnya penanganan perkara ini nanti kita limpahkan ke Kejaksaan. Sebab berkas untuk saudara Bambang sudah dinyatakan lengkap atau p21 oleh Kejaksaan Negeri. Proses selanjutnya kita nanti akan timpakan ke kejaksaan,” ucapnya.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Blitar, Christina Simanulang mengatakan kalau sidang peradilan ini hanya membahas masalah administrasi dari ditetapkannya tersangka.

Dari pertimbangan hakim setelah menghadirkan beberapa saksi ahli di sidang sebelumnya di tetapkan kalau penetapan tersangka itu sah tidak menyalahi prosedur hukum.

“Berdasarkan bukti surat yang diajukan oleh pihak termohon sudah lengkap semuanya. Keterangan saksi nya tadi saya lihat ada empat keterangan ahlinya juga sudah dilakukan pemeriksaan di tingkat polisi atau ditingkat penyidik. Dan ada surat-surat bukti mengenai izin sita mengenai berita acara sita dan sebagainya sudah lengkap,” ungkapnya.

Selanjutnya tersangka diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menghadirkan saksi yang meringankan saat persidangan nantinya. Baik masalah terkait uang sitaan itu milik siapa merupakan materi pokok, yang dalam praperadilan ini hakim tidak boleh menyentuh materi pokok.

“Masih ada kesempatan nanti di tingkat persidangan. Nanti akan diperiksa secara majelis, kalau tidak terbukti bebas, kalau terbukti pidana,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya Lurah Kelurahan/Kecamatan Garum Kabupaten Blitar BWC terkena OTT Tim Saber Pungli pada Jumat (9/3/2018).

Pada waktu itu di rumahnya sekitar pukul 20.00, lurah ditangkap yang saat itu tengah ada dua orang pemohon untuk pengurusan pecah sertifikat tanah dan balik nama Letter C.

Saat itu diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 9 juta atas permintaan lurah. Dengan rincian pengurusan 6 buah berkas yang masing-masing biayanya Rp 1,5 juta.

Kasus OTT ini memberi catatan buruk Kabupaten Blitar yang sebelumnya Kades Soso Kecamatan Gandusari dan Kades Pojok Kecamatan Garum yang sama terkena saber pungli akibat melakukan penarikan tidak sesuai aturan alias pungutan liar ke warganya. (*)

Pewarta : Mardiano Prayogo
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close