Polres Banyuwangi Bongkar Penampungan Lobster Undersize

Senin, 16-04-2018 - 18:59 WIB Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman didampingi Kasat Polairud AKP Subandi menunjukkan lobster undersize yang disita dari tersangka Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman didampingi Kasat Polairud AKP Subandi menunjukkan lobster undersize yang disita dari tersangka

JATIMTIMES, BANYUWANGI – Sebuah tambak yang digunakan untuk melakukan penampungan lobster undersize (tidak sesuai ukuran yang diizinkan) berhasil diungkap jajaran Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Banyuwangi.

Seorang pria yang diduga pengepul dari lobster undersize diamankan petugas kepolisian. Identitasnya, Jefri Agustinus Angka Wijaya (30), warga Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar.

Untuk membongkar praktik illegal ini, lanjut kapolres, anggota Polairud lebih dulu melakukan penyelidikan selama kurang lebih satu minggu. Setelah dipastikan, petugas kemudian melakukan penggerebekan di tambak milik tersangka yang berada di Dusun Palurejo, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.  

Kapolres Banyuwangi AKBP Donny Adityawarman menyatakan, modus yang dilakukan tersangka dengan membeli lobster dari nelayan yang ada di Banyuwangi. Kemudian lobster yang masih undersize tersebut ditampung dalam tambak tersebut untuk beberapa waktu lamanya.

“Selanjutnya tersangka mengirim lobster undersize tersebut ke Bali melalui jalur darat,” ujar lulusan akademi polisi tahun 1997 ini.

Dalam seminggu, lanjutnya, tersangka bisa mengirim lobster ilegal itu sebanyak dua kali. Sekali pengiriman setidaknya tersangka membawa 20 Kg lobsters undersize. Pihaknya kini tengah mengejar pembeli yang ada di Bali.  

“Tersangka sudah menjalankan usahanya selama kurang lebih setahun,” bebernya Senin (16/4/18).

Pelanggaran yang dilakukan tersangka tidak sebatas memperdagangkan lobster undersize saja. Tetapi tersangka juga tidak memiliki Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP). Untuk itu tersangka dijerat dengan Pasal 88 dan atau pasal 92 Undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan jo. Pasal 2 dan pasal 7 Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan RI nomor 56/PERMEN-KP/2016.  

Dalam kesempatan yang sama, Penanggungjawab Wilayah Kerja Karantina Ikan Banyuwang, Indah Praptiasih, menyatakan, lobster yang disita dari tersangka masuk kategori undersize karena tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan RI nomor 56/PERMEN-KP/2016.

“Dalam peraturan tersebut lobster yang boleh diperdagangkan panjang karapasnya minimal 8 cm dan beratnya minimal 2 ons,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 133 ekor lobster undersize yang terdiri dari 114 ekor lobster pasir, seekor lobster bamboo dan 18 ekor lobster mutiara. Sebagian dari lobster tersebut masih dalam keadaan hidup. Selain itu, polisi juga menyita sebuah timbangan digital dari tersangka.

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : bayu pradana
Sumber : Banyuwangi TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close