Kader Partai Tertangkap Masalah Narkoba, PDIP Dan Tim Sahto Juga Lakukan Klarifikasi

Senin, 16-04-2018 - 20:27 WIB Sekretaris Tim Sahto yang juga pengurus harian DPC PDIP Kabupaten Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES Sekretaris Tim Sahto yang juga pengurus harian DPC PDIP Kabupaten Tulungagung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Sekretaris Tim pemenangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut 2, Syahri Mulyo dan Maryoto Birowo (Sahto), Shodik Purnomo menegaskan penangkapan yang dilakukan kepolisian terhadap kader PDI Perjuangan, Murani Dkk tidak terkait dengan aktivitas kampanye. Shodik mengklarifikasi masalah tersebut karena cukup ramai menjadi kontroversi di media sosial. 

"Murani itu dari partai yang mendukung Sahto, jadi jika berita berkaitan dengan kampanye maka kami membantah. Pasalnya, saat penangkapan terjadi agenda kampanye Sahto di Jepun dan yang di Boyolangu itu konsolidasi partai. Itupun pas penangkapan tidak pada saat keduanya," tegas Shodik 

Tim Sahto tidak mau masalah pidana yang terjadi pada seseorang meski itu merupakan bagian dari kader partainya lantas dikaitkan dengan aktivitas partai. 

"Jadi kejahatan semacam narkoba atau korupsi itu juga otomatis pelanggaran bagi partai. Jika ada nara sumber mengatakan yang bersangkutan ditangkap setelah kampanye maka itu kami nyatakan tidak benar," paparnya 

Shodik menyerahkan sepenuhnya masalah tersebut pada penegak hukum yakni kepolisian dan mekanisme yang terjadi pada partai. PDIP menurut Shodik merupakan partai yang menghormati proses hukum yang terjadi sesuai dengan Undang undang yang berlaku.

"Proses hukum biar berjalan, tentang sanksi pada yang bersangkutan silakan konfirmasi ke Ketua DPC," tambahnya 

Sementara itu, ketua DPC PDIP Kabupaten Tulungagung, Supriyono saat dikonfirmasi mengaku masih belum mengetahui perihal penangkapan itu. Dirinya mengaku masih belum tau kabar itu baik dari pihak kepolisian maupun internal partainya dengan dalih masih di luar kota.

“Saya tidak tahu, coba tanyakan pada pihak yang berkompeten,” tutur Supriyono saat dihubungi via telepon.

Namun dirinya menegaskan apapun yang terjadi, hal itu merupakan masalah pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga ataupun partai. Meskipun dirinya akui jika Murani merupakan salah satu Wakil Ketua DPC PDI-P Tulungagung.

“Benar Murani salah satu Wakil Ketua DPC PDI-P Tulungagung, namun itu masalah pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan partai,” tegas Supriyono.

Sementara itu salah satu pengurus lainnya akan memastikan hal itu dengan berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Sebelumnya, Satreskoba Polres Tulungagung melakukan penangkapan terhadap 3 pelaku pemakai dan diduga sebagai pengedar narkotikan jenis sabu.  Dari tangan para pelaku, pihak kepolisian berhasil mengamankan berbagai alat bukti berupa narkotika jenis sabu seberat lebih kurang 5 gram, alat hisap sabu (bong) serta timbangan digital.

Pelaku pertama pria berinisial A warga Desa Gempolan Kecamatan Pakel, selanjutnya polisi mengamankan M, juga warga Desa Gempolan Kecamatan Pakel.

Penangkapan M berdasarkan pengakuan A yang mengaku mendapatkan barang haram itu dari M. Selanjutnya pihak berwajib juga mengamnkan S yang menurut pengakuan M, dirinya mendapatkan barang itu dari S, warga Campurdarat.

Dari rumah A dan S petugas mendapati 6 paket narkotika jenis sabu, sedangkan dari pelaku M, petugas mendapatkan bong untuk menghisap sabu serta timbangan digital.

Ketiganya diancam dengan pidana kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Hal ini sesuai dengan UU 35 tentang Narkotika tahu 2009 pasal 115 subsider 112.

Pewarta : Anang Basso
Editor : Moch. R. Abdul Fatah
Publisher : bayu pradana
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close