Uji Publik, Silaturrahmi, Bupati Pastikan Honor GTT 'Cair' Sebelum Lebaran

Rabu, 16-05-2018 - 15:35 WIB Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat memberikan penjelasan pada ribuan GTT di Aula PB SUdirman Pemkab Jember, Rabu (16/5/2018) (foto : Moh. Ali Makrus/JemberTIMES) Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR saat memberikan penjelasan pada ribuan GTT di Aula PB SUdirman Pemkab Jember, Rabu (16/5/2018) (foto : Moh. Ali Makrus/JemberTIMES)

JATIMTIMES, JEMBER – Setelah melakukan uji publik dan masukan dari Guru Tidak Tetap (GTT), Selasa (16/5/2018) Bupati Jember menggelar silaturrahmi dan menyerahkan SK bagi ribuan GTT di Jember, bahkan dalam kegiatan yang digelar di Aula PB. Sudirman, Bupati memastikan honor GTT akan diberikan sebelum lebaran.

“Honor GTT akan diberikan secara degradasi, bagi yang masa kerjanya paling lama, akan mendapat honor tertinggi yaitu 1,4 juta sesuai SK yang diterimanya, dan honor ini akan dicairkan sebelum lebaran,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR.

Faida menambahkan, bahwa Pemkab Jember dalam memberikan SK penugasan kepada GTT disesuaikan dengan asas keadilan, berbasis data dan kebutuhan sekolah, termasuk masa kerja GTT menjadi pertimbangan nomor urut untuk ditempatkan lebih dekat dengan tempat tinggalnya sesuai kebutuhan sekolah dan sisanya dengan masa kerja lebih rendah ditempatkan diwilayah kecamamtan yang masoh kosong.

Faida menambahkan, bahwa selama dilakukan uji publik terhadap GTT, Pemkab memberikan waktu satu minggu bagi ribuan GTT untuk memberikan masukan, namun sampai batas waktu yang ditentukan tidak banyak perubahan data.

“Setelah dilakukan uji publik selama satu minggu tidak banyak guru yang merubah data, semua sesuai dari blanko harapan yang diberikan kepada GTT, dari verifikasi semula yang berjumlah 4.905 guru, pada akhir verifikasi hanya 4.761, dan data inilah yang kami jadikan acuan,” ujar Bupati.

Bupati juga mengatakan, bahwa kebijakannya dalam melakukan uji publik bukan tidak ada cemoohan dari GTT. Namun semua itu bagian dari bentuk pelayanan dan tidak perlu dibalas dengan membenci, karena pihaknya mengambil kebijakan berdasarkan keadilan, basis data dan kebutuhan sekolah.

Berdasarkan data dari Pemkab Jember menyebutkan, Formasi Lowong GTT di Sekolah Dasar Negeri yakni terdapat angka kebutuhan guru sebanyak 8.912 guru, sedangkan jumlah guru PNS hanya 5.902 guru. Jadi ada selisih kekurangan guru sekitar 3.010 orang.

Sementara untuk data Formasi Lowong di SMPN yakni kebutuhan guru 2.397 orang, namun guru PNS hanya 1.453 guru. Jadi ada selisih kekurangan guru sekitar 944 orang.

Sementara berdasarkan verifikasi data blanko harapan, jumlah guru GTT di Jember saat ini ada sekitar 4.905 orang, dengan sisa akhir verifikasi ada sekitar 4.761 orang.

“Dalam membangun dunia pendidikan yang lebih baik, pemerataan kualitas pendidikan harus dilakukan. Termasuk berbagai masukan dari GTT setelah dilakukan uji publik dan kemudian diketahui setelah dipelajari, maka akan dicocokkan dengan data yang ada dengan kebutuhan sekolah, dan ini akan dilakukan evaluasi setiap semester,” pungkas Faida. (*)

Pewarta : Moh. Ali Makrus
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Jember TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close