Bupati Malang Rendra Kresna Minta Tamu Wajib Lapor 1x24 Jam Kembali Dihidupkan

Rabu, 16-05-2018 - 17:09 WIB Bupati Malang Rendra Kresna saat menekankan wajib lapor 1X24 jam di desa kembali ditingkatkan dalam pengamanan wilayah, Rabu (16/5) di Pendopo Kabupaten Malang (Nana/MalangTIMES) Bupati Malang Rendra Kresna saat menekankan wajib lapor 1X24 jam di desa kembali ditingkatkan dalam pengamanan wilayah, Rabu (16/5) di Pendopo Kabupaten Malang (Nana/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kejadian bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo yang merembet dengan adanya penggeledahan dan penangkapan teroris di wilayah Kabupaten Malang, membuat seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Malang  bersatu. 

Melalui acara silaturahmi dalam rangka pengamanan wilayah yang dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Polres Malang, Kodim 0818, serta berbagai elemen masyarakat Kabupaten Malang, Bupati Malang Rendra Kresna menegaskan kembali mengenai wajib lapor tamu. 

Wajib lapor tamu 1 X 24 jam yang ditegaskan oleh Bupati Malang dipicu dengan mulai lunturnya kebiasaan tersebut di masyarakat.

"Ini adalah fenomena yang terus hidup dalam masyarakat. Kita bersiaga kalau sudah terjadi kejadian. Tapi antisipasi kejadian semakin longgar atau tidak ada. Fenomena ini bukan hanya terjadi di kita tapi diseluruh daerah bahkan dunia, " kata Dr H Rendra Kresna dalam sambutannya di acara Pengamanan Wilayah di Pendopo Kabupaten Malang, Kepanjen,  Rabu (16/5/2018). 

Program wajib lapor tamu pun terimbas dengan fenomena tersebut.

Dulu,  program tersebut berjalan secara merata dalam melakukan pencegahan dini terhadap kemungkinan terburuk yang akan terjadi di lingkungan paling kecil,  yaitu Rukun Tetangga (RT). 

"Tapi kita terlena dan merasa situasi kondusif, maka pendataan terhadap warga baru atau pendatang tidak lagi dilakukan, " ujar Rendra yang mencontohkan akhirnya wilayah Kabupaten Malang kembali kebobolan dengan adanya  penggeledahan dan penangkapan teroris di wilayah Kabupaten Malang yang merupakan para pendatang atau bukan warga asli. 

Kondisi tersebut yang membuat orang nomor satu di Kabupaten Malang menginstruksikan kepada jajarannya, terutama di tingkat kecamatan dan desa untuk kembali menggiatkan lagi program wajib lapor bagi tamu atau pendatang 1X24 jam di wilayahnya masing-masing. 

"Aktifkan lagi seperti dulu. Bukan hanya karena adanya peristiwa teror. Ada tidaknya kasus-kasus yang terjadi,  wajib lapor tetap harus digiatkan selain siskamling, " tegas Rendra. 

Terjadinya penangkapan teroris di wilayah Kabupaten Malang,  mengindikasikan pengawasan di tingkat paling bawah tidak berjalan.

Sikap acuh tak acuh di dalam lingkungan berakibat satu sama lain tidak saling mengenal. Inilah yang membuat berbagai kejadian,  seperti teroris bisa masuk secara aman. 

Hal ini ditopang dengan wilayah Malang Raya yang merupakan kota pariwisata dan pendidikan. Sehingga lalu lintas manusia yang berdomisili atau menetap sementara tidak terpantau dan terdata karena tidak berjalannya pengawasan melalui RT melalui program wajib lapor. 

Tumbuhnya homestay di Kabupaten Malang pun patut dijadikan perhatian bagi para pemangku wilayah sekitar.

"Karena berbagai kasus teroris berawal dari lemahnya pengawasan pemangku wilayah sekitar. Jadi saya tegaskan, wajib lapor kembali digalakan di desa-desa," tegas Rendra. 

Senada dengan Bupati Malang,  Ketua DPRD Kabupaten Malang Hari Sasongko menyatakan,  berbagai peristiwa seperti terjadinya teror bom tersebut dikarenakan adanya pergeseran nilai sosial dalam masyarakat. Dari keguyuban yang dilandasi kebersamaan menjadi tertutup dan bersifat egosentris. 

"Privatisasi kehidupan dari pergeseran nilai sosial ini melemahkan kepekaan kita kepada lingkungan sekitar. Ini yang akhirnya menjadi ruang para teroris untuk berhimpun, " ujar Hari. 

Hari juga mengingatkan kepada masyarakat desa yang wilayahnya berbatasan dengan kota. Seperti Dau,  Karangploso, Pakis dan lainnya yang rentan dengan adanya para pendatang yang singgah di wilayah tersebut. 

"Pencegahan agar para pendatang terdata secara benar adalah dengan wajib lapor, " pungkas Hari.  

Pewarta : Nana
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close