Perkuat Pendidikan Karakter, Cara Disdik Blitar Cegah Bibit Terorisme

Rabu, 16-05-2018 - 18:18 WIB Budi Kusuma, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar (Foto : Doni/BlitarTIMES) Budi Kusuma, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar (Foto : Doni/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITAR – Penangkalan gerakan anti terorisme di Kabupaten Blitar juga dilakukan melalui pendidikan. Penangkalan melalui pendidikan ini dinilai lebih efektif lantaran bisa mengilangkan bibit-bibit paham radikalisme dan terorisme sejak dini.

Hal demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Budi Kusuma. Dengan menanamkan dan memperkuat karakter-karakter positif pada diri anak dianggap mampu mencegah bibit-bibit terorisme muncul pada diri anak-anak.

“Kabupaten Blitar mempunyai program duta karakter di sekolah. Dimana diantara anak-anak akan dipilih duta karakter supaya jadi teladan teman-teman lain untuk memperkuatkan karakter,” ungkap Budi saat ditemui Rabu (16/5/2018).

Budi menjelaskan dalam duta karakter ini nanti ada lima karakter pokok yang harus ada. Yang pertama adalah nilai religius yang mencontohkan ketakwaan dalam ajaran agama semisal kalau siswa muslim harus giat mengaji. Kedua nasionalisme yakni merekatkan bangsa yang terdiri dari banyak suku dan bahasa perlu ditanamkan sejak awal.

Ketiga tentang kemandirian yang berisi bagaimana siswa bisa hidup tanpa bergantung dengan orang lain. Keempat tentang gotong-royong yang berisi bagaimana siswa bisa saling membantu tanpa pamrih supaya pekerjaan lebih mudah. Kelima tentang intergritas yang di dalam ada nilai kejujuran, etos, dan semangat dalam bekerja.

“Jadi dengan duta karakter ini diharapkan antara siswa terjadi saling memotivator dan memberi teladan dengan siswa lainnya,” ujarnya.

Dia berharap program ini segera diterapkan di masing-masing sekolah di Kabupaten Blitar. Bila program ini berjalan dia yakin akan terwujud karakter yang kuat pada diri siswa. Sehingga paham-paham radikalisme mustahil tumbuh pada diri siswa.

“Dengan penguatan karakter melalui pendidikan, nantinya paham-paham radikalisme dan terorisme ini akan hilang dari pikiran siswa. Dan menciptakan generasi emas pada tahun 2025 nanti sesuai cita-cita pak Presiden,” katanya. (*)

Pewarta : Mardiano Prayogo
Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close