Lakukan Sidak Tempat Hiburan Malam, DPRD Temukan Hal Mencurigakan

Rabu, 16-05-2018 - 20:09 WIB Ketua Komisi 1 DPRD Kota Probolinggo Abdul Azis, menunjuk monitor yang masih menyala (Foto: Agus Salam/ JatimTIMES) Ketua Komisi 1 DPRD Kota Probolinggo Abdul Azis, menunjuk monitor yang masih menyala (Foto: Agus Salam/ JatimTIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – DPRD Kota Probolinggo, menemukan sejumlah monitor di tempat karaoke Pop City, masih menyala. Padahal, sehari sebelum Ramadan hingga beberapa hari paska lebaran, ada aturan tempat hiburan harus ditutup.

Dengan temuan itu, Komisi A menduga, kalau tempat hiburan yang berlokasi di Jalan Suroyo tersebut, masih menerima pengunjung, meski pintu utama ditutup.

Dugaan tersebut disampaikan Abdul Azis, Ketua Komisi 1 DPRD setempat, saat sidak di Pop City, Selasa (15/5) sekitar pukul 23.00. Azis yang tengah malam itu bersama pimpinan DPRD Agus Rudiyanto Ghofur dan Roy Amran, langsung masuk PC dan memeriksa satu-persatu ruangan, berikut ruang kasir. Azis, menemukan monitor dengan lampu led merah menyala di sejumlah ruangan, termasuk monitor kasir.

Bahkan politikus PKB tersebut meyakini LCD  di Room 35 baru saja dimatikan. Di layar berukuran sekitar 60 inchi itu masih ada bekas tulisan Karaoke Pop City. Tak hanya alat elektronik yang menjadi sasaran, puntung rokok yang ada di lantai, diambil lalu dicium. Hasilnya, Azis menduga puntung rokok tersebut masih baru.

"Ini sepertinya masih baru. Dan ini lampu monitornya, masih menyala. Berarti di sini ada orang barusan. Ini AC-nya masih nyala," tandasnya.

Salah satu petugas keamanan membenarkan, kalau ruangan tersebut habis ditempati. Tetapi bukan tamu atau pengunjung, melainkan dirinya yang menempati untuk istirahat. Tentang AC yang menyala, si satpam mengaku, ia yang menghidupkan karena di dalam ruangan panas meski tengah malam.

"Ya pak, kami barusan ada di ruangan ini. Istirahat leyehan sambil rokokan. Enggak, kami gak menerima tamu. Soalnya, kemarin sudah tutup," ujarnya kepada ketua, wakil dan ketua komisi 1 DPRD.

Menurutnya, tempat hiburannya ditutup pada 14 Mei kemarin, sesuai surat edaran pemkot. Mulai hari itu, tempatnya bekerja ditutup dan tidak menerima tamu ataupu pengunjung. Tak hanya tempat karaoke, cafe yang satu lokasi dengan PC juga ditutup.

“Tutup total pak sampai habis lebaran. Selama sebulan tutup, ada karyawan yang masuk untuk maintenance atau perbaikan dan bersih-bersih,” ujar satpam tersebut.

Sebelumnya, ketiga pimpinan DPRD itu sidak di tempat karaoke 888 (Tripel Eight) di jalan Suroyo. Hanya saja, dewan tidak menemukan tanda-tanda tempat tersebut buka. Pintu masuk karaoke ditutup, lampu mati dan tak satupun petugas terlihat. Mereka kemudian membaca pengumuman yang ditempel di dinding.

“Wah ternyarta tutup beneran. Sebab, Kami hanya memastikan saja, apakah tempat karaoke yang ada di sini, benar-benar tutup. Ternyata tutup beneran,” tandasnya.

Kemudian, rombongan melanjutkan sidaknya ke BJBR. Lantaran tempat karaoke di BJBR sudah tutup lama, rombongan kemudian balik kucing dan meluncur ke warung remang remang  Enjoy Cafe di Jalan Raden Wijaya. Di tempat ini, rombongan menemukan seorang wanita bersama seorang lelaki.

Lantaran keduanya tidak membawa KTP, oleh rombongan dewan keduanya diantar ke rumahnya di perlimaan, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan.

Kepada orang tuanya, Aziz meminta untuk menjaga putra putrinya agar jangan pulang larut malam dan kemanapun pergi harus membawa KTP. Sebab, saat ini lagi banyak aksi bom bunuh diri. Menurutnya, salah satu tugas DPR adalah memberi pelayanan kepada masyarakat.

“Ini adalah salah satu  tugas kami. Perempuan tidak baik pulang malam, apalagi ada di warung. Makanya saya minta untuk pulang. Sekaligus kami antar dan diserahkan ke keluarganya,” ujar ketua komisi I Aziz.

Sementara itu, Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghaffur mengatakan, apa yang dilakukan sesuai tugas dewan yakni, pengawasan. Tujuannya, agar di wilayahnya aman dan kondusif, terutama bulan puasa.

“Sudah disepakati tempat karaoke tutup tanggal 14 Mei. Kenapa sudah tutup, kok kami melakukan sidak. Untuk memastikan apakah tutup beneran atau tidak. Ternyata sudah tutup,” ujarnya.

Disebutkan, pihaknya 5-6 hari pihaknya akan melakukan sidak kembali. Sebab, ia khawatir ada tempat karaoke yang abu-abu, nutup tapi masih menerima pengunjung. Mengingat, saat sidak Selasa malam itu, pihaknya curiga lantaran ada beberapa layar monitor di Pop City yang masih menyala, bahkan monitor di kasir juga menyala. “Kalau memang ditutup, ya tidak ada sarana yang menyala atau hidup,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close