Demo Kecam Teroris, Mahasiswa Sampaikan Tuntutan Ini

Rabu, 16-05-2018 - 20:15 WIB AhAliansi mahasiswa melakukan demo di pertigaan pertokoan King (Agus Salam/ JatimTIMES) AhAliansi mahasiswa melakukan demo di pertigaan pertokoan King (Agus Salam/ JatimTIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Pemerintah diminta  tak hanya memberantas terorisme, tetapi juga segera mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perpu). Sebab, aksi teror sudah meresahkan masyarakat dan membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara dengan memecah-belah persatuan.

Sementara tuntutan segera mengeluarkan perpu, karena Undang-undang Terorisme yang telah direvisi, tidak kunjung disyahkan oleh DPR. Tuntutan tersebut disampaikan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Berantas Terorisme Probolinggo, saat menggelar demo di pertigaan pertokoan King, Rabu (16/5) pukul 14.00.

Mereka diantaranya, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Pemuda Katolik. Mereka melakukan aksi longmarch dari Ruko Panglima Sudirman berjalan kaki menuju pertigaan King, hingga sempat memacetkan kendaraan dari barat yang hendak ke timur.

Lantaran jalan raya ditutup mahasiswa yang berdemo, seluruh kendaraan, baik roda dua dan empat dialihkan ke jalan timur Pasar Gotong Royong atau barat pertokoan King, memutar ke Jalan Gatot Subroto.

Selain berorasi dan membentangkan poster atau spanduk yang berisi kecaman terhadap aksi teror, mereka juga menggelar aksi teaterikal. Seorang pelaku teror (bom bunuh diri) diikat tubuhnya yang berlumuran darah dan pakaiannya compang-camping.

Pelaku dipegang oleh dua orang yang kepalanya ditutup dengan kerdus yang keempat sisinya ditempeli logo media sodial (Medsos). Teaterikal tersebut menggambarkan agar masyarakat tidak menyebarkan foto dan video pelaku bom bunuh diri. Sebagai bentuk menghormati perasaan keluarga korban.

Dan lagi, beberapa pelakunya adalah anak-anak yang tidak pantas wajahnya disebar. “Anak-anak tidak tahu apa-apa. Yang dosa itu orang tuanya yang mengajak. Makanya, jangan sebar foto mereka,” pinta  koordinator aksi dari GMNI, Buntoro.

Dalam kesempatan itu, Buntoro yang juga ditugasi sebagai juru bicara mahasiswa dari berbagai organisasi tersebut meminta aparat kepolisian, TNI dan pemerintah untuk memberangus terorisme. Masyarakat dan mahasiswa mendukung upaya penegak hukum dan pemerintah melawan dan menumpas aksi teror hingga membasmi ke akar-akarnya.

“Jangan takut dengan terorisme. Lawan, lawan, kami bersama masyarakat mendukung upaya pemerintah,” tandasnya.

Buntoro atas nama mahasiswa yang berdemo meminta, pemerintah untuk menerbitkan Perpu anti terorisme. Sebab, pengesahan undang-undang anti teror yang sudah direvisi terjadi pro dan kontra dan hingga kini belum juga disyahkan, padahal revisinya tahun 2016.

Mahasiswa mendesak pemerintah, karena aksi teror semakin meresahkan masyarakat. “Kami mendesak pemerintah, segera menerbitkan Perpu Anti Teror. Jangan dibiarkan, aksi teror makin membabi buta,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Umum Pusat Ikatan Alumni Universitas Nurul Jadid Paiton (IKA UNUJA), H Abdul Azis, mengutuk keras aksi teror bom bunuh diri di Surabaya. Termasuk aksi teror di Mapolda Riau, Rabu pagi yang menewaskan seorang anggota polisi.

“Kami mengecam aksi biadab tersebut. Terhadap keluarga korban, kami turut berduka cita. Kami berharap pemerintah segera menangkap para pelakunya. Ya, agar aksi seperti ini tidak berkembang sehingga meresahkan masyarakat,” tandasnya singkat.

Ditambahkannya, pemerintah tidak boleh membiarkan peristiwa bom bunuh diri di 3 gereja,  Porestabes Surabaya dan terakhir di Mapolda Riau. Sebab, pengeboman gereja bentuk dan alasan apapun tidak dibenarkan dan merupakan kejahatan kemanusiaan terbesar. Makanya pelaku teror menurut Azis, adalah musuh bersama. “Pelaku teror, juga musuh agama, musuh bangsa dan negara kami,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close