Tiga Terduga Teroris di Probooinggo Digerebek Petugas

Kamis, 17-05-2018 - 18:42 WIB Dua terduga Teroris dibawa dengan kendaraan ini dari rumahnya ke Mako Polres Probolinggo Kota (Agus Salam/Jatim TIMES) Dua terduga Teroris dibawa dengan kendaraan ini dari rumahnya ke Mako Polres Probolinggo Kota (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Tiga pria terduga teroris diamankan Densus 88, Rabu (16/5) malam 22.00. Ketiganya warga Perumahan Sumbertaman Indah, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Mereka diamankan di lokasi dan waktu berbeda. Pria berinisial F disergap saat sedang berada diluar, sekitar rumah tinggalnya, di Blok BB, RT 05 RW 08, sekitar pukul 21.30.

Berikutnya, 2 pria  yang berinisial H dan F diamankan di dua rumah yang berlokasi di Jalan Taman Puspa Indah, RT 06 RW 05. Keduanya dibawa ke Mako Polresta, sekitar pukul 01.10, dengan dua kendaraan pribadi, dikawal Densus 88 dan Mabes Polri serta anggota dari Polres Probolinggo Kota. Rencananya, mereka akan diterbangkan ke Jakarta, hanya saja belum diketahui hari dan waktunya.

Aksi penggrebekan, memakan waktu hampir 4 jam dan melibatkan 30 personil Densus 88 dan Mabes Polri. Sedang Polresta sendiri menerjunkan 65 anggotanya dari berbagai kesatuan ditambah kekuatan Kodim 0820. Penggrebekan tiga rumah yang masih satu komplek itu, menjadi perhatian warga sekitar dan warga luar perumahan. Mereka menumpuk di sekitar masjid Alfalah.

Mengingat akses masuk ke rumah terduga, dijaga ketat aparat berpakaian dinas dan bersenjata lengkap. Bahkan tetangga terduga, yang kadung berada di luar, juga tidak boleh masuk. Sedang yang berada di dalam rumah, dihimbau untuk tidak keluar rumah. Hal yang sama juga menimpa sejumlah awak media. Wartawan tidak diperkenankan menembus garis polisi. Belasan wartawan terpaksa menunggu di gang masuk rumah terduga, yang jaraknya sekitar 300 meter.

Wartawan tidak bisa meliput saat penggrebekan dan penggeledahan hingga tiga terduga teroris dibawa ke Mapolresta. Usai penggrebekan Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, tiga terduga diamankan karena ada keterkaitan dengan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo, tiga hari lalu.

Hanya saja belum diketahui keterlibatan dan perannya dalam aksi teror di tiga gereja, Rumah susun dan aksi teror di Mapolretabes Surabaya.

kapolresta enggan menjelaskan, peran dari masing-masing tiga pria yang ditangkap tersebut. Apakah sebagai pembuat atau peracik bom atau aktor intelektual dibalik serangan bom bunuh diri yang menewaskan belasan yang terdiri dari, pelaku, polisi dan warga tersebut. "Ya, ada keterkaitannya dengan bom Surabaya dan Sidoarjo. Belum diketahui perannya. Terduga masih kami mintai keterangan," katanya ke sejumlah wartawan, diarea penangkapan.

Disebutkan, barang bukti yang diamankan berupa sebuah parang, Golok, Senapan angin dan busur berikut beberapa anak panahnya. Ditemukan juga buku-buku jihad dan peta serta sejumlah rakitan elektronik yang belum diketahuif fungsinya. AKBP Alfian yang malam itu didampingi Dandim 0820 Letkol Kaveleri Depri Rio Saransih mengaku, belum mengetahui untuk apa barang milik terduga yang diamankan. Dan ia tidak merinci, ditemukan dimana barang bukti tersebut. "Belum diketahui, apakah barang bukti tersebut akan dipakai untuk meneror warga atau petugas. Masih kami selidiki dan dalami," tambah kapolresta

Saat ditanya, apakah ada hubungannya dengan pelaku teror yang pernah ditangkap polresta dua bulan lalu, Alfian mengungkap, kelompok tiga terduga teroris tidak berhubungan langsung dengan M. Luthfi, yang kini diamankan di Mako Brimob.

Diketahui, M Lutfi warga Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, kota setempat ditangkap petugas di depan mapolresta kerena hendak menyerang mapolreta. Ia akan membunuh polisi karena dianggap toghut, namun aksinya digagalkan lantaran keduluan diketahui.

Dalam kesempatan tersebut Kapolresta menambahkan, paska penangkapan di tempat terduga teroris, tidak diperkenankan ada kegiatan. Baik di mushalla ataupun di ruang yang bisa dipakai belajar mengaji. Tidak diketahui, sampai kapan pemberlakuan sterilisasi lokasi yang bersebelahan dengan Kali atau sungai tersebut. “Tadi kami beritahukan untuk tidak melakukan kegiatan di sana. Sudah kami garis polisi. Balum tahu sampai kapan,. Menunggu perintah dari Densus 88,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Mulyadi, warga sektar penangkapan mengaku kaget tetangganya ditangkap Densus 88. Pria yang berprofesi antar-jemput anak sekolah tersebut mengaku tahu dengan pria, namun tidak kenal dengan pria berinisial F yang ditangkap duluan di sebuah warung oleh Densus 88 anti teror. "Saya enggak pernah berboncang-bincang. Soalnya orangnya gak ada omongnya. Kalau ketemu di jalan hanya saling senyum," ujarnya.

Pria yang biasa dipanggil Mul tersebut kemudan mengatakan, kalau F ngontrak di perumahan Sumbertaman sekitar 6 bulan yang lalu. Dirinya sering melihat F mengantar air mineral galonan ke arah selatan. Dimungkinkan ke rumah dua terduga teroris, yang dekat dengan mushalla tersebut. F lanjutnya, lebih sering di mushalla selatan rumahnya, ketimbang di rumah kontrakannya. "Enggak tahu apa kegiatannya. Yang saya tahu, F bukan kerja sales air mineral. Ia ngantar minuman galon hanya ke  selatan. Untuk lain-lain, saya tidak tahu," tambahnya

Mul lalu menyebut, kalau setiap hari di mushalla terduga teroris, ada kegiatan mengaji. Hanya saja, ia tidak mengetahui, siapa saja yang belajar mengajji di sana. Yang jelas, tambahnya, warga setempat dan warga di luar perumahan, tidak ada yang mengaji di mushalla yang dimaksud. “Mungkin yang ngaji hanya anak-anak mereka. Kalau warga sini dan luar, yang saya ketahui tidak ada,” pungkasnya.

Pewarta : Agus Salam
Editor : A Yahya
Publisher : Alfin Fauzan
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close