Bupati Malang Rendra Kresna: Asal Kejadian Kita Adalah Tanah

Jum'at, 15-06-2018 - 06:00 WIB Bupati Malang Rendra Kresna setelah selesai melaksanakan salat Id. (dokumentasi Nana) Bupati Malang Rendra Kresna setelah selesai melaksanakan salat Id. (dokumentasi Nana)

JATIMTIMES, MALANGBupati Malang Dr H Rendra Kresna mengingatkan kembali kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang dalam sambutannya di salat Idul Fitri tahun 1439 Hijriyah/2018 Masehi. Dalam sambutan resmi yang dirilis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kepada seluruh masjid atau tempat salat Id, bupati Malang menekankan mengenai asal kejadian manusia.

“Hakikat tanah adalah stabil, tidak bergejolak. Menumbuhkan dan dibutuhkan oleh makhluk lainnya. Maka kalau kita mengingat hal tersebut sudah seyogianya kita sebagai manusia mampu stabil dan konsisten. Tidak bergejolak seperti api dan selalu memberi manfaat serta andalan yang dibutuhkan oleh lainnya,” tulis bupati Malang pada sambutan salat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Hijriyah.

Asal kejadian manusia itu sendiri menjadi sebuah pembelajaran terus menerus bagi manusia. Untuk selalu sadar atas diri sendiri serta tugasnya di dunia. Terutama untuk memahami jati dirinya yang berasal dari sesuatu tempat yang rendah, yaitu tanah.

Maka, lanjut Rendra, kesombongan seperti apakah yang patut dibanggakan manusia di dunia. “Dengan asal kejadian kita dari tanah, tidak ada sesuatu pun yang bisa kita sombongkan. Baik harta, jabatan, sampai pada ideolog kebenaran yang diagung-agungkan sebagai kebenaran tunggal,” ujar ketua DPW Partai NasDem Jawa Timur (Jatim) ini.

Pada kesombongan yang tumbuh tanpa memahami awal kejadian manusia tersebut, lahir berbagai perbuatan yang kontraproduktif. Bahkan bertentangan secara langsung dengan kemanusiaan, seperti aksi teror diberbagai daerah dikarenakan kesombongan atas keyakinan mengenai kebenaran tunggal kelompok tertentu.

Malang Raya tidak luput dari peristiwa tersebut. Dimana Densus Polri 88 melakukan penangkapan terduga teroris dibeberapa titik wilayah Kabupaten Malang. “Hal ini juga tidak terlepas dari tercerabutnya mereka dari pemahaman asal kejadiannya. Padahal melalui Islam, unsur pembentuk manusia, tanah, dinaikan derajatnya melalui bentuk manusia yang ditunjuk sebagai khalifah dan penyebar Islam. Agama yang rahmatan lil alamin,” tegas Rendra.

Maka, lanjut Rendra, dalam naungan Syawal, dirinya beserta seluruh jajaran Pemkab Malang terus mendorong masyarakat di Kabupaten Malang untuk terus menjadi pelopor di segala bidang. Menjadi manusia-manusia yang bermanfaat bagi diri dan lingkungan sekitar serta tentunya bangsa dan negara. Melaluinya, maka manusia yang dibentuk dari elemen tanah, mampu mewujudkan hakikat yang sebenarnya. Menumbuhkan segala kebaikan disetiap tempat dan ruang yang dihuninya. Serta menyuburkan berbagai hasil kebaikan tersebut untuk kemanfaatan masyarakat yang lebih luas dan besar lagi.

“Karena tanah tidak membakar seperti Iblis yang diciptakan dari unsur panas tersebut. Karena ajaran Islam mengajarkan berbagai jalan kebaikan dan kebenaran bagi seluruh makhluknya di dunia dan isinya ini. Maka mari kita kembali memahami asal kejadian kita, sehingga di syawal ini kita kembali fitri,” pungkas orang nomor satu di Kabupaten Malang ini dengan menutup kalimat dengan permohonan maaf atas nama pribadi, keluarga dan Pemkab Malang. (*)

Pewarta : Nana
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close