Jadi Tersangka KPK, Begini Rekam Jejak Wali Kota Non Aktif Samanhudi Anwar

Selasa, 12-06-2018 - 11:30 WIB Walikota Blitar, Samanhudi Anwar. (Foto:Istimewa) Walikota Blitar, Samanhudi Anwar. (Foto:Istimewa)

JATIMTIMES, BLITAR – Pasca ditetapkannya Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar, sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus gratifikasi yang menimpanya.

Seperti yang diketahui wali kota ini dikenal sebagai sosok fenomenal mulai dari program-programnya yang dimiliki maupun kehidupannya yang juga dikelilingi oleh wanita cantik.

Berikut BlitarTIMES menyajikan rekam jejak dari Samanhudi Anwar..

Karir

Wali kota periode 2016-2020 ini mengawali karirnya dari menjadi ketua Dewan Perwakilan Daerah Kota Blitar.

Lalu pada 2010 dia ikut perhelatan untuk menjadi orang nomor satu di Blitar yang kala itu berpasangan dengan Purnawan Buchori.

Dengan didukung dua partai besar waktu itu Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuat Samanhudi berhasil terpilih menjadi Wali Kota Blitar.

Pada saat menjabat Samanhudi memberi beberapa program gebrakan. Mulai dari menggratiskan sekolah SD hingga SMA, santunan guru mengaji dan santunan kepada janda miskin dan anak yatim piatu. Dan semua dia kemas dalam jargon APBD pro rakyat.

Saat jabatannya habis pada 2016 dia kembali maju untuk periode ke 2. Dengan jargon yang sama membuat masyarakat terpikat dan memilih Samanhudi dengan dukungan tinggi yang membuatnya menang telak dengan lawannya waktu itu.

Seharusnya Samanhudi tetap memimpin Kota Blitar hingga 2020 apabila tidak tersangkut kasus.

Asmara

Samanhudi dalam kehidupannya dikelilingi wanita cantik. Bahkan wali kota yang satu ini sudah tiga kali menikah.

Istrinya yang pertama sudah cerai sebelum dia menjadi wali kota. Dari istri pertama, mendapatkan putra salah satunya Henry Pradipta Anwar yang kini tak kalah terkenal dengan menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar.

Istri kedua, Yuli Ratnasari, dia nikahi saat dia menjabat Wali Kota Blitar periode I. Yuli kala itu sebuah bintang dangdut terkenal di Blitar.

Karena sering bertemu di panggung saat acara dangdut di gelar di Kota Blitar akhirnya Samanhudi tertarik dan menikahinya.

Lalu entah mengapa sekitar tahun 2015 lalu ada kerenggangan di antara Samanhudi dan Yuli. Hingga akhirnya Samanhudi menceraikan istri keduanya dan memilih menduda.

Sedang Yuli seakan ditelantarkan hingga membuat video curhatan kalau dia pasca bercerai tidak mendapat uang sepeserpun bahkan untuk menggelar konser di Blitar di embargo oleh sang wali kota.

Lalu di tengah status dudanya pada awal 2017 hati Samanhudi berbunga-bunga dengan pertemuannya dengan artis sinden di acara OVJ, Echa Paramita.

Dan akhirnya dia menggelar pernikahan hanya saja dalam hitungan bulan pernikahan itu kembali kandas setelah muncul kasus KDRT Samanhudi terhadap Echa.

Kasus

Ada beberapa kasus yang dialami Samanhudi. Dia pernah tersangkut kasus SARA dan pernah juga kasus KDRT hanya tidak sampai membuatnya jatuh dari jabatannya.

Samanhudi memang getol dalam dunia pendidikan. Dimana mulai dari mengratiskan sekolah memberi fasilitas siswa sepeda dan tablet dan masih banyak lagi.

Dan dia juga harus tersangkut kasus korupsi pada bidang pendidikan juga. Di mana dia berencana memindahkan gedung SMPN 3 Blitar yang ada di jalan Shodanco Supriyadi dengan maksud bangunan lama untuk museum sejarah pahlawan Supriyadi pemimpin pemberontakan PETA.

Lalu dia membangunkan gedung baru di Jalan Ciliwung Kelurahan Tanggung, Kecamatan Pakunden, Kota Blitar.

Dengan dana yang cukup fantastis yakni pada tahap pertama tahun 2017 lalu dianggarkan Rp 11,5 M dan tahap kedua yakni Rp 23 M.

Di proyek tahap kedua ini dia mendapat istilahnya fee dari pemborong terkenal di Blitar, Susilo Prabowo alias Koh Mbun yang merupakan Direktur PT Moderna Tehnik Perkasa.

Dengan menerima fee 8 persen dari uang APBD Rp 23 miliar itu membuat Samanhudi dijadikan tersangka oleh KPK.

Lantaran KPK mengetahui orang kepercayaan Koh Mbun mengirim sekardus uang yang rencana akan diberikan ke Samanhudi. (*)

Pewarta : Mardiano Prayogo
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close