Warga Gelar Doa Bersama untuk Samanhudi si "Robin Hood" dari Blitar

Rabu, 13-06-2018 - 15:30 WIB Warga setelah salat Tarawih menuju joglo PIPP Kota Blitar untuk mendoakan Samanhudi diberi kesehatan dan kelancaran menjalani kasus hukumnya. (Foto:M.Prayogo/BlitarTIMES) Warga setelah salat Tarawih menuju joglo PIPP Kota Blitar untuk mendoakan Samanhudi diberi kesehatan dan kelancaran menjalani kasus hukumnya. (Foto:M.Prayogo/BlitarTIMES)

JATIMTIMES, BLITARWali Kota Blitar Samanhudi Anwar yang kini menghadapi kasus hukum pasca-ditetapkan tersangka oleh KPK justru kini mendapat dukungan dari warganya.

 

Fenomena ini membuat Samanhudi mendapat julukan Robin Hood dari warga lantaran program-programnya banyak membantu rakyat kecil. Sehingga ketika dirinya tersandung masalah, masyarakat Kota Blitar cukup banyak memberikan simpati dan dukungan kepadanya.

Seperti terlihat Selasa (12/6/2018) seusai salat Tarawih sekitar pukul 20.00, warga berduyun-duyun mengelar doa bersama di joglo Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar.

Beberapa warga yang datang dari paguyuban tukang becak, pengurus PSSI Kota Blitar, para wanita janda dan beberapa komunitas lainnya.

Para pejabat daerah pun turut memberikan doa. Di antaranya Wakil Wali Kota Santoso, anggota DPRD Kota Blitar Bayu, tokoh PDIP M. Taufik. Juga terlihat mantan istri Samanhudi, yakni Yuli.

Koordinator doa bersama Slamet mengungkapkan, awalnya hanya untuk para tukang becak. Hanya, warga lain setelah mendengar akan digelarnya doa bersama ini justru berduyun-duyun ikut datang.

“Kita mendoakan Pak Samanhudi diberi kekuatan, ketabahan untuk menhadapi masalah ini dan dipermudah. Tidak ada motivasi lain,” ujarnya.

Menurut Slamet itu, dia dan warga lainnya yang datang merasakan bagaimana kebijakan Samanhudi yang membantu warga. Di antaranya sekolah gratis yang menguntungkan rakyat kecil.

“Sekolah gratis ini sudah berjalan bertahun-tahun. Bisa dibayangkan berapa ribu orang yang terbantu dan warga miskin bisa bersekolah hingga jenjang tinggi,” katanya.

Menurut warga lainnya, Saelan, dia tidak setuju bila ada orang mencela Samanhudi saat tersadung kasus hukum ini. Sebab, warga kota yang merasakan kalau Samanhudi adalah sosok berpihak kepada rakyat kecil sebagaimana dalam cerita pahlawan Robin Hood.

“Saat Pak Samanhudi tertangkap, kebanyakan yang senang bukan warga Kota Blitar. Tapi kalau warga kota tidak demikian karena kita yang merasakan langsung,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Santoso trenyuh melihat betapa antusiasnya masyarakat. Yang mendukung sahabatnya itu agar masalahnya berjalan lancar.

“Bolehlah masyarakat mengintepretasi Pak Hudi seperti Robin Hood atau lainnya. Tapi yang jelas ini bentuk spontanitas rasa cintanya kepada Pak Hudi yang merasakan perogramnya bagus, menyentuh seluruh elemen masyarakat. Yang patut diapresiasi terlepas dari proses hukum, masyarakat mendoakan agar selalu sehat dan masalah membelit tidak berlarut-larut,” katanya.

Acara doa bersama selesai pukul 21.30. Setelah itu, masyarakat pulang ke rumah masih-masing dengan membawa harapan doa mereka terwujud karena digelar di akhir bulan suci Ramadan ini. (*)

Pewarta : Meidian Dona Doni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close