Terjun ke Dunia Politik, Ini Alasan Pengusaha Pemilik Sevendream dan Rien Collection

Rabu, 13-06-2018 - 15:55 WIB Try Sandi Apriana (nomor 2 dari kanan) saat menggelar silaturrahmi dengan kalangan jurnalis (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES) Try Sandi Apriana (nomor 2 dari kanan) saat menggelar silaturrahmi dengan kalangan jurnalis (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, JEMBERMereka yang melek politik tentu memahami arah spanduk yang bertebaran di beberapa sudut kota Jember yang menampilkan gambar pria tampan dengan backgroud dominan warna putih dan biru serta bertuliskan “Keluarga Besar Rien Collection–Sevendream mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa”. Di bawah foto pria bertuliskan Try Sandi Apriana.

“Kami dari dulu sejak 2009 sudah berjanji dan mengatakan kepada rekan-rekan media kalau kami tidak akan berpolitik atau mencalonkan diri menjadi bupati. Bahkan sampai 2018 awal kemarin, pernyataan ini masih kami pegang karena saya pegusaha. Namun ternyata komitmen kami berubah sejak kami mendapatkan anggota keluarga baru dan dari latar belakangnya kuliah mengambil jurusan ilmu komunikasi politik. Di sinilah kami bersama keluarga sampai harus berdebat saat ada anggota yang ingin menjadi calon DPRD Kabupaten Jember,” ujar H Fendi Erwanto, owner Rien Collection, Selasa (12/6/2018) saat bertemua dengan sejumlah wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Jember, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Cabang Tapalkuda, dan Forum Wartawan Lintas Media (FWLM) Jember.

Anggota keluarga baru yang meluluhkan komitmen Fendi Erwanto adalah Try Sandi Apriana, nama yang tercantum dalam spanduk-spanduk yang tersebar di beberapa sudut Kota Jember. Sandy berniat menjadi anggota legislatif dari Partai Demokrat melalui daerah pemilihan (dapil 1) Jember yang meliputi Kaliwates, Panti, Sukorambi, Jelbuk, Arjasa, Sukowono dan Patrang.

“Tujuan kami untuk menjadi anggota legislatif di DPRD Jember tidak lain ingin mengabdi kepada negara dan berbuat lebih terhadap kemaslahatan umat, bukan semata-mata sebuah pekerjaan, karena bagi kami menjadi pengusaha lebih menguntungkan, namun hati kami terenyuh saat melihat persoalan sosial di masyarakat yang saat ini bukannya lebih baik tapi semakin terpuruk,” ujar Sandy.

Sandy merupakan menantu Fendy. Pria kelahiran Kesilir, Ambulu, Jember, ini masa pendidikannya dari TK sampai SMP di lingkungan pesantren Yasinat. Dia erus melanjutkan ke SMA Negeri Ambulu kemudian melanjutkan kuliah S1 jurusan komunikasi dan S1 jurusan komunikasi politik di Jakarta.

Hal senada juga disampaikan Fendy. Menurut pengusaha yang dikenal dermawan itu, pihaknya terenyuh saat melihat beberapa warga di sekitarnya yang hanya makan sehari sekali. Pihaknya tidak bisa berbuat lebih selain hanya memberikan santunan maupun bantuan secara insidental.

“Selama ini kami hanya bisa membantu mereka dari aksi sosial kami berupa bantuan yang tidak bisa mengangkat kemiskinan mereka. Mungkin dengan masuk ke politik, kami bisa berbuat lebih banyak untuk membantu masyarakat,” ujar Fendy.

Namun meski demikian, Fendy sudah membuat kontrak politik dengan mantunya tersebut. Yaknj jika dalam satu tahun tidak bisa berbuat untuk masyarakat, pihaknya sendiri yang akan meminta Sandy mundur dari anggota dewan.

“Karena pencalonannya menjadi perdebatan di keluarga, kami akhirnya menyetujui dengan catatan, kalau dalam satu tahun tidak bisa berbuat untuk kepentingan masyarakat, maka saya sendiri yang akan memintanya untuk mundur. Begitu juga dengan pencalonannya kali ini. Jika dikehendaki masyarakat, kami akan melanjutkan. Jika tidak, anggap ini politik kami yang pertama dan terakhir. Mungkin takdir kami di pengusaha, bukan politik,” pungkasnya. (*)

Pewarta : Moh. Ali Makrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close