Jijik dan Shock, Ibu Muda di Mangunsari Tiba-Tiba Dipameri 'Garan Pacul' Orang Tak Dikenal

Kamis, 05-07-2018 - 11:37 WIB Di jalan inilah pengidap Eksibisionis berkeliaran, warga yang pernah melihat mengaku resah (Foto : Istimewa/ TulungagungTIMES) Di jalan inilah pengidap Eksibisionis berkeliaran, warga yang pernah melihat mengaku resah (Foto : Istimewa/ TulungagungTIMES)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG –  Lagi-lagi, aksi menjijikkan terjadi di Tulungagung. Aksi eksibisionis (menunjukkan kemaluannya sendiri pada lawan jenis) dialami oleh Wulan (40) perempuan yang bekerja jualan cilok di Jalan Raden Abdul Fatah Mangunsari Tulungagung. 
"Saya kira dia mau putar balik, berhenti agak lama. Baru saya sadari ternyata dia mengeluarkan burungnya sendiri dan mengelus-elus," kata Wulan.

Merasa aneh, Wulan mengaku sempat merinding gugup dan saat pelaku melihat mengetahui aksi itu, dirinya malah pura-pura tidak paham dan melanjutkan perjalanan lurus. 
"Saat dia sadar bahwa saya tau aksinya, dia tidak jadi ambil jalan putar tapi malah lurus," paparnya. 

Wulan pun sempat berkelakar kaget melihat pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter, berkulit hitam dan membawa ransel mengeluarkan "barang" yang berukuran besar pula. Bahkan, dirinya menggambarkan size burung yang dipegang pelaku sebesar gagang cangkul. 
"Besarnya ya sak garan pacul (gagang cangkul)," ungkapnya tersenyum. 

Maraknya aksi menjijikkan ini direspon kepolisian, menurut polisi jika tertangkap tangan dan ada saksi yang meyakinkan untuk membuktikan aksi itu maka proses hukum bisa diterapkan. 
"Asal ada saksi dan bukti yang cukup, aksi merusak kesopanan bisa diproses pidana," kata Kasat Reskrim Polres Tulungagung melalui KBO Iptu Hery Purwanto. 

Hery sepakat jika aksi seperti itu bisa dihentikan dengan menangkap pelaku dan membawa ke pihak berwajib untuk dilakukan proses hukum agar pelaku jera dan tidak melakukan perbuatannya lagi. 

Pasal yang dikenakan menurutnya adalah pasal 281 KUHP pasal 1 tentang perbuatan dengan sengaja melanggar kesusilaan di muka umum dengan ancaman hukuman di bawah lima tahun. 

Pewarta : anang basso
Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close