Petani Tebu Lumajang Ancam Demo Pemerintah, Jika Import Gula Tidak Dihentikan

Rabu, 11-07-2018 - 15:26 WIB Petani tebu Lumajang merencanakan aksi secara nasional, jika import terus dilakukan pemerintah (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES) Petani tebu Lumajang merencanakan aksi secara nasional, jika import terus dilakukan pemerintah (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG –  Puluhan petani tebu Lumajang dibawah naungan PG. Jatiroto hari ini, Rabu (11/7) berkumpul di Gedung Rosela Lumajang dan menyatakan protes kepada pemerintah yang terus melakukan import gula, sehingga harga gula milik petani terjual dengan harga sangat murah.

H. Rofik SH, Perwakilan Petani Tebu di Lumajang kepada sejumlah wartawan mengatakan, sebaiknya pemerintah tidak hanya menetapkan harga eceran tertinggi untuk gula, namun juga menetapkan patokan harga terendah untuk gula milik petani.

"Kalau import gula terus dilakukan, sementara pemerintah tidak menetapkan patokan harga terendah untuk gula milik petani, maka petani akan terus merugi, karena harga gula milik petani akan terus turun," kata H. Rofik didampingi puluhan petani lainnya di Gedung Rosela Lumajang, pada hari ini Rabu (11/7).

Petani Lumajang menginginkan agar pemerintah menetapkan harga terendah untuk gula milik petani dengan harga Rp 9.700 perkilogram. Dengan proteksi harga terendah ini, diharapkan petani tebu masih bisa mendapatkan keuntungan.

Kalaupun harus ada import gula, maka pemerintah harus melibatkan petani dan produsen gula yang ada di Indonesia, sehingga kebutuhan import gula bisa terukur dengan pasti dan tidak menyebabkan anjloknya harga gula milik petani.

"Sekarang ini biaya perawatan untuk tanaman tebu sangat tinggi, setelah jadi gula, harganya sangat rendah. Bahkan dilelang dengan harga Rp. 9.400 juga tidak laku. Kalau sudah seperti itu pasti kita akan rugi," kata petani yang lain.

Oleh karena itu, jika pemerintah tidak menyetop impor gula, setidaknya untuk sementara, dan tidak menetapkan harga terendah gula milik petani, maka petani tebu Lumajang akan melakukan aksi demo secara nasional dengan melibatkan petani tebu dari daerah lainnya di Indonesia.

"Petani tebu kita sudah mulai kesulitan dengan anjloknya harga gula sekarang ini, maka import harus dihentikan sementara atau libatkan produsen gula kita, agar importnya terukur dan tidak merugikan petani kita," kata H. Rofik disambut puluhan petan tebu yang merupakan perwakilan dari ribuan petani tebu di Lumajang.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Lumajang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close