Rembuk Aksi Tolak Impor Gula, Petani Tebu Teriakkan 2019 Ganti Presiden

Rabu, 11-07-2018 - 17:02 WIB Petani tebu Lumajang berkumpul di Gedung Rosela menolak import gula (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES) Petani tebu Lumajang berkumpul di Gedung Rosela menolak import gula (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, LUMAJANG –  Turunnya harga gula milik petani yang dipicu oleh import gula, dan semakin dirasakan sangat merugikan petani tebu di Lumajang, akhirnya  berimbas ke masalah politik.

Dalam rapat koordinasi petani tebu Lumajang yang akan menggelar aksi demo nasional terkait dengan rendahnya harga gula, sebagian peserta meneriakkan 2019 Ganti Presiden, jika pemerintah tidak segera menghentikan impor gula yang dirasakan sangat merugikan petani tebu khususnya di Lumajang.

Kebijakan import gula oleh pemerintah menjadikan gula milik petani tebu di Lumajang sampai kepada harga terendah, sementara pemerintah hanya menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sementara patokan harga terendah untuk gula milik petani, tanpa didukung dengan kebijakan yang menguntungkan petani.

"Ya kalau pemerintah terus melakukan import dan petani terus merugi, maka tidak menutup kemungkinan petani tebu kita akan menarik dukungan kepada Preside Jokowi pada Pilpres mendatang dan akan memilih pemimpin yang lebih memiliki keberpihakan kepada petani kita," kata H. Rofik SH, Perwakilan petani tebu Lumajang dalam acara rembuk aksi nasional, yang berlangsung di Gedung Rosela, pada hari ini.

Dikatakan H. Rofik, dalam dua tahun terakhir harga gula terus anjlok dan petani tebu mendapatkan imbas yang sangat besar, karenanya tidak salah jika petani kemudian mengalihkan dukungan kepada calon lain yang memiliki komitmen untuk membela nasib petani.

"Ini memang suara hati para petani di Lumajang. Kita tidak bisa membendung jika mereka bilang begitu. Harapan kita kepada pemerintah agar segera menghentikan import gula. Jika import gula dihentikan, kita pastikan tidak melakukan aksi. Kita sangat menunggu sikap pemerintah," kata H. Rofik kemudian.

Dalam pertemuan rencana aksi yang dilaksanakan di Gedung Rosela Lumajang, sejumlah petani bahkan merencanakan mogok tebang dan menghentikan pengiriman tebu kepada Pabrik Gula.

"Jika tuntutan ini diabaikan, maka petani tebu Lumajang akan mogok tebang dan berhenti mengirim tebu ke Pabrik Gula," demikian salah satu keputusan dalam rembuk menjelang aksi para petani ini.

Pewarta : Moch. R. Abdul Fatah
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Lumajang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close