Oknum Polisi di Blitar Diduga Lakukan Percobaan Pemerkosaan terhadap Seorang Janda

Rabu, 11-07-2018 - 19:06 WIB Ilustrasi (tribunnews.com) Ilustrasi (tribunnews.com)

JATIMTIMES, BLITAR – Malang nasib seorang janda Winingsih (38) warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar mengalami percobaan pemerkosaan.

Parahnya percobaan pemerkosaan itu dilakukan seorang oknum polisi sebut saja ES. Dan aksi tersebut dilakukan di rumah sang janda pada Jumat (5/7/2018) yang pada saat itu hanya sendirian bersama anak bungsunya yang masih berusia 10 tahun.

Kronologi kejadian diceritakan oleh anak sulung korban, Fatrun Nanda Salsabilla (20) kepada BlitarTIMES, mulanya terjadi ketika oknum polisi ES datang kerumah janda saat itu sekitar pukul 17.00.

Awalnya korban hanya berbicara dengan oknum polisi ES ini. Lalu anak bungsu korban pulang dari mengaji dan langsung masuk rumah di bagian depan. Lalu tiba-tiba korban berteriak lantaran hendak diperkosa oleh ES, hingga anak bungsu korban keluar.

Melihat anak korban keluar, ES pun melepaskan korban dan korbanpun lari ketakutan. Malah ES menggeret anak korban yang masih sepuluh tahun ini dengan erat dan akhirnya berhasil lepas dengan pakaian anak ini sobek.

“Lalu baru ketahuan setelah saya pulang kerumah bersama teman saya. Waktu saya pulang adik saya sudah menangis sedang polisi ini tergelak tidur seperti orang mabuk. Lalu saya minta teman saya menahan polisi ini di rumah sedang saya melapor kejadian tersebut ke kantor polisi,” ujar Fatrun Nanda Salsabila.

Menurut Nanda, setelah dilaporkan kejadian tersebut di Polsek Kesamben, dia tidak mendapat surat keterangan baru melapor. Kemudian polisi ini diambil oleh anggota provos.

Sedang kemudian, keesokan harinya datang anggota polsek yang intinya meminta maaf dan mengajak berdamai. Dan dia menyesalkan seakan laporan yang dia buat seakan tidak dianggap oleh polisi.

“Ya itu tidak diproses, padahal itu membuat kerugian pada keluarga saya. Adik saya ini jadi takut saat ada polisi datang selalu lari ketakutan sambil menjerit. Sepertinya trauma,” ujarnya.

Ditempat lain, Kapolres Blitar, AKBP Anisullah M Ridha berkilah kalau keterangan seperti diungkapkan korban tidak benar. Hanya saya dia membenarkan kalau saat itu oknum polisi ini datang ke rumah korban.

“Kita periksa dia (ES) karena di medsos ada yang namanya pelecehan dan lainnya itu kan omongan mantan suaminya. Korban udah tanya juga dia mungkin karena kesel, tidak senang, mungkin oknum ini ada perasaan suka dan lama tidak ketemu dan ingin hubungan lebih jauh,” ujar Kapolres.

Kapolres menjelaskan saat ini pihaknya telah memproses apakah ada kesalahan kode etik. Hanya saja dia enggan saat ditanya apakah sangsi yang akan diberikan.

“Tetap kita periksa etikanya. Masih diperiksa, kalau ternyata dia salah ya tidak bersalah. Kalau hanya masuk rumah orang dinyatakan tak bersalah ya tidak bersalah. Jangan kita berpresepsi dong,” katanya. (*)

Pewarta : Meidian Dona Doni
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close