Seorang Nenek di Probolinggo Tewas Dihantam Kereta

Rabu, 11-07-2018 - 19:30 WIB jasad korban laka KA diangku ambulan ke RSU Tongas (Agus Salam/Jatim TIMES) jasad korban laka KA diangku ambulan ke RSU Tongas (Agus Salam/Jatim TIMES)

JATIMTIMES, PROBOLINGGO – Misni (71) dihantam kereta Api (KA) tambahan Mutiara Timur jurusan Surabaya-Banyuwangi, Rabu (11/07) sekitar pukul 09.30. Nenek yang tinggal sendirian di Dusun Krajan, Desa Curahtulis, Kecamatan Tongas, Kabnbupaten Probolinggo itu, tewas di lokasi kejadian, tak jauh dari rumahnya.

Diduga, Misni dihantam KA di KM 85+8/9/, tepatnya di barat perlintasan KA Curahtulis karena tidak mendengar peringatan atau bunyi Klakson KA.

Korban sempat terpental sekitar 5 km dari lokasi kejadian. Jasad korban yang remuk kemudian oleh petugas KA bersama petugas Polsek Tongas dan warga dibawa ke kamar mayat RSU Tongas.  

Informasi yang didapat di Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban yang hendak ke rumah anaknya di sisi utara rel dihantam KA dari barat menuju Timur.  

Pagi itu, ia berjalan di tengah rel dan tidak menoleh ke belakang. Mengetahui ada warga tertabrak kereta yang hendak ke Banyuwangi dari Sdurabaya tersebut berhenti.

Suhartono, salah satu keluarga korban mengatakan, kalau neneknya sering lewat di rel KA, kalau hendak ke rumah anaknya. Ia terbiasa berjalan di tengah rel, padahal seringkali keluarga dan anak-anaknya mengingatkan untuk tidak berjalan di tengah rel.

“Tapi peringatan anaknya, tidak didengar. Setiap ke rumah anaknya, selalu ditengah rel. Tidak pernah berjalan di pinggir,” ujarnya singkat.   

Pewarta : Agus Salam
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Probolinggo TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close