Ternyata Oknum Polisi di Blitar Lakukan Pelecehan Diduga Sudah Lama Ngebet Sama Janda

Rabu, 11-07-2018 - 19:33 WIB Ilustrasi (kompas.com) Ilustrasi (kompas.com)

JATIMTIMES, BLITAR – Perilaku oknum polisi, ES, yang lakukan pelecehan pada seorang Janda beranak dua Winingsih (38) warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar diduga akibat oknum ini punya rasa suka yang tinggi pada janda ini.

Seperti diungkapkan anak Sulung janda ini, Fatrun Nanda Salsabilla (20), kalau ES sering sekali menarik perhatian ibunya.

“Lama mas dia (ES) selalu datang kerumah ibu sambil memberikan makanan atau hadiah lainnya. Namun sama ibu kerap kali dihiraukan tapi tetep saja ngebet,” ujarnya.

Padahal dikatakan oleh Nanda, ES ini sudah mempunyai keluarga dan punya dua orang anak.

Sedang ES ini kenal dengan korban karena istri ES adalah teman dari korban yang mempunyai hubungan kerja.

“Punya hubungan kerja sama travel-travel umroh gitu dulu mas. Waktu itu istrinya (ES) kerap kerumah ibu saya. Dari situ terjadi perkenalan dan akhirnya suka sama ibu saya,” katanya.

Menurut dia, mungkin itu yang membuat ES melakukan aksi nekat melakukan percobaan pemerkosaan pada korban pada Jumat (6/7/2018) sore pukul 17

00. Namun aksinya gagal akibat diketahui anak korban yang masih berusia 10 tahun.

“Jadi waktu itu sepertinya ibu hendak diperkosa tapi adik saya melihat kok ibu saya diciumi oleh ES ini. Akhirnya adik saya teriak dan ibu lari lalu malah adik saya dipegang erat dan adik mencoba melepaskan diri hingga bajunya robek dan berhasil juga lolos. Baru setelah itu saya datang sama teman saya adik sudah menangis dan ES tergeletak tidur di kamar belakang rumah dalam keadaan mabuk,” ujar Nanda menceritakan kejadian.

Selanjutnya Nanda menyayangkan aksi dari ES yang seorang polisi namun melakukan tindakan nekat melecehkan ibunya. Bahkan kondisi adiknya saat ini masih trauma akibat kejadian itu.

“Padahal sudah saya laporkan kejadian itu. Tapi saya denger kok ES ini tidak ditahan. Padahal jelas aksinya merugikan keluarga kita, adik saya saat ini masih trauma kalau lihat laki-laki seperti polisi menjadi takut dia,” ujarnya.

Sementara, Kapolres Blitar AKBP Anisullah M Ridha, saat dikonfirmasi enggan menjawab langkah yang diambil kesatuannya atas kejadian ini. Hanya masih diselidiki dan diproses secara internal.

“Kita periksa dia karena ada di medsos bunyi-bunyi tidak seperti di medsos pelecehan, pemerkosaan sebenarnya tidak seperti itu,” ujar Kapolres.

Untuk anak korban yang kini depresi kapolres mengatakan kalau itu tidak benar. Dan juga terkait oknum polisi yang dikatakan kondisinya mabuk juga dikatakannya tidak benar.

“Kalau anaknya depresi ini tidak benar. Memang anaknya ini mengurung diri di kamar karena tidak suka sama si laki (ES). Tidak bisa dibuktikan mabuk ya karena kita masih selidiki. Kasian lo dia (ES) kini ditinggalkan oleh istrinya karena medsos,” ucapnya.

Sedang saat ini ES masih diperiksa secara internal. Dan belum sampai dikenakan pasal tertentu karena Kapolres menilai ini hanya urusan pribadi.

“Kena etika tetap kita periksa etikanya. Kalau masuk rumah masuk rumah orang dinyatakan tak bersalah ya tidak bersalah. Jangan kita berpresepsi dong,” katanya. (*)

Pewarta : Meidian Dona Doni
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close