Tahun Ini, Anjal dan Gepeng di Kota Malang Segera Huni Pondok Khusus

Kamis, 12-07-2018 - 11:29 WIB foto istimewa (balebengong.id) foto istimewa (balebengong.id)

JATIMTIMES, MALANG – Tahun ini, anak jalanan dan gepeng di Kota Malang akan segera menghuni lingkungan pondok sosial (Liponsos). Karena rencananya, pembangunan Liponsos akan segera dirampungkan dan kini masih dalam tahap lelang.

"Sekarang masih menunggu proses lelang dulu, setelah itu akan dilakukan pembangunan," terang Kepala Dinas Sosial Kota Malang Sri Wahyuningtyas pada MalangTIMES, Kamis (12/7/2018).

Tempat pembinaan yang akan dibangun di kawasan Baran, Kelurahan Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang itu rencananya dibuat untuk menampung anak jalanan dan gepeng yang berasal dari Kota Malang sendiri. 

Mereka akan dibina untuk menjadi lebih mandiri dan dapat berdaya saing dalam bidang ekonomi. Segala perbekalan disiapkan untuk penghuni liponsos nantinya. Mulai dari keterampilan sosial hingga ekonomi untuk mendapatkan penghasilan.

"Akan ada pendampingan juga untuk mereka nantinya," terang perempuan berhijab itu.

Upaya untuk mengentaskan anjal dan gepeng di lingkungan Kota Malang melalui Liponsos itu ia yakini mampu dilaksanakan dengan baik. Karena jika berkaca pada Desaku Menanti yang kini berubah wajah sebagai Desa 1000 Topeng, keberhasilan untuk memandirikan anjal dan gepeng dapat terwujud.

Di desa tersebut, saat ini para anjal dan gepeng mulai merubah kebiasaan mereka dan mandiri dalam bidang ekonomi. Kebanyakan dari mereka menghasilkan beragam produk kreatif yang dijajakan kepada wisatawan yang berkunjung ke Kampung 1000 topeng.

Bahkan, tak sedikit pula produk yang dihasilkan tersebut dijual di galeri yang ada di kawasan perkantoran Dinas Sosial Kota Malang. Mulai dari makanan ringan, hiasan meja dan dinding berbentuk topeng, hingga hiasan ruang tamu seperti bunga yang terbuat dari kresek dan plastik.

Sebelum proses pembangunan rampung, anjal dan gepeng selama ini dibina di kantor Dinsos yang berada di Jl. Raya Sulfat Nomor 2 Kota Malang. Namun selama ini proses pembinaan dinilai belum maksimal karena keterbatasan tempat.

Sementara itu, dalam tahap perencanaan, Liponsos akan dibangun di atas lahan seluas lima hektare dengan anggaran sekitar Rp 2 Miliar. Kawasan tersebut nantinya diperkirakan mampu menampung 50 hingga 100 orang untuk dibina.

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close