Konvoi Perguruan Silat di Tulungagung Bikin Onar, Puluhan Rumah dan Sepeda Motor Rusak, Ratusan Warga Tuntut Polisi Tangkap Pelaku

Minggu, 07-10-2018 - 18:14 WIB Salah satu sepeda motor yang dirusak di Suruhan Lor Kecamatan Bandung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES Salah satu sepeda motor yang dirusak di Suruhan Lor Kecamatan Bandung / Foto : Istimewa / Tulungagung TIMES

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Anggota perguruan silat di Tulungagung bikin onar. Tercatat tiga warga terluka terkena amukan massa beratribut perguruan silat saat menggelar arak-arakan pada Minggu (7/10) dini hari di desa Suruhan Lor Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung.

Tak hanya menyebabkan korban luka-luka, amuk massa yang dikabarkan berjumlah ribuan itu juga merusak tujuh unit sepeda motor dan melempari rumah warga serta musala dengan batu.

Menyikapi insiden tersebut, pada Minggu siang, ratusan orang tanpa atribut berusaha mendatangi Polres Tulungagung untuk menuntut penyelesaian. Namun, polisi dengan sigap menghadang dan menahan mereka di lapangan Beta Beji Boyolangu. "Kita telah bersepakat dengan sejumlah pihak, mari kita bubar dengan tertib," kata Muhammad Ubaidllah Suwito tokoh masyarakat dan perguruan silat saat di tengah massa 

Suwito kemudian menjelaskan hasil pertemuan yang dihadiri oleh Forkompimda, yakni polisi akan menindak tegas pelaku perusakan. "Kerugian material berupa sepeda motor dan kerusakan juga akan diganti penuh oleh Forkompimda," kata Suwito 

Sebagai masyarakat, Suwito menghendaki agar masalah hukum dapat diselesaikan tanpa pandang bulu. "Kita datang bersama kepala desa, perwakilan perguruan dan juga pihak kepolisian. Kasus lain yang kita laporkan juga kita minta di proses," paparnya 

Suwito menyayangkan rute konvoi yang diarahkan ke Bandung, padahal harusnya dipecah untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. "Ini sudah yang ke lima kali terjadi di Suruhan Lor, jadi seharusnya konvoi diarahkan ke jalur Kabupaten, namun malah digiring ke arah Bandung," kata Suwito 

Sementara itu, Kabag Ops Polres Tulungagung Kompol Khoiril berusaha menenangkan situasi yang terjadi. Masalah yang sudah dibahas bersama, sebaiknya dilokalisir untuk menghindari kejadian yang lebih besar 

"Memang kejadian kan malam, jadi mungkin tidak terlihat kalau itu musala. Informasinya memang ada musala yang kelempar," ujar Khoiril 

Dua korban menglamai luka cukup serius langsung dirawat yaitu Andi (25) dan Aan Aktorenaldi (20) keduanya warga Siyoto Bangus Kecamatan Besuki. Korban Andi dirawat di RSU Dr Iskak sedangkan Aan dirawat di klinik Romowijoyo. Satu orang lainnya hingga kini belum diperoleh identitasnya. 

Sedangkan polisi mencatat ada sekitar 15 rumah warga yang rusak dengan kategori rusak ringan dan berat. "Sebenarnya kita sudah mengarahkan ke dua titik, namun yang melewati Gondang hanya seratusan orang, sedangkan yang melintas di Gandong menuju Bandung jumlahnya ribuan," paparnya 

Padahal, pasukan pengamanan gabungan dari Polres Trenggalek dan Tulungagung sudah disiapkan, namun kejadian tetap tidak dapat terhindarkan. 

Rombongan massa perguruan silat itu sebelumnya berkumpul di Lapangan Bantengan pada Sabtu (06/10), mereka hendak mengadakan acara sah-sahan (pengesahan keanggotaan) di Trenggalek . 

Entah apa sebabnya, di tengah persawahan mereka saling lempar namun dapat dilerai. Kemudian pada Minggu (07/10) dini hari Insiden penyerangan disertai pengrusakan terjadi lagi saat rombongan itu pulang. Situasi sepanjang jalan yang dilalui rombongan berubah mencekam. 

Polisi sangat berhati-hati menangani kasus antar kelompok yang sering terjadi ini. Meski atribut yang dikenakan sudah jelas, pihak kepolisian belum memastikan pelaku anggota perguruan silat tertentu.  "Ini yang melakukan oknum. Bukan organisasinya," jelas Kabag Ops 

Polisi yakin dapat mengungkap pelaku penganiayaan dan perusakan yang terjadi, namun masih memerlukan waktu. "Kita masih mengumpulkan bukti dan pemeriksaan saksi, terutama saksi korban," tandasnya 

Hingga kini belum ada yang ditetapkan jadi tersangka, namun situasi sudah aman dan terkendali. 

 

Pewarta : Anang Basso
Editor : A Yahya
Publisher : Super Administrator
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close