Deputi Menteri PPN/Bappenas: Capaian Pembangunan Berkelanjutan di Jember Cukup Tinggi

Kamis, 11-10-2018 - 14:35 WIB Acara workshop SDGs yang digelar di Pendapa Wahya Wibawa Graha. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES) Acara workshop SDGs yang digelar di Pendapa Wahya Wibawa Graha. (foto : Moh. Ali Makrus / Jatim TIMES)

JATIMTIMES, JEMBER – Pencapaian pembangunan berkelanjutan atau SDGs (Sustainable Development Goals) di Jember, terutama keterbukaan dan keterlibatan antara masyarakat dengan pemerintah daerah, dinilai cukup membanggakan. Penilaian itu diungkapkan Slamet Sudarsono, deputi Bidang Politik Hukum Pertahanan dan Kemananan Kementerian PPN/Bappenas, kepada sejumlah wartawan usai mengisi kegiatan workhsop SDGs di Pendapa Wahya Wibawa Graha Pemkab Jember, Kamis (11/10/2018).

“Saya baru semalam di Jember, dan kemarin saat saya melakukan survei lapangan, pencapaian Jember dalam SDGs cukup baik. Bahkan banyak masyarakat, baik perguruan tinggi, pesantren maupun komponen lainnya yang sudah melakukan SDGs. Cuma mereka tidak menyadari bahwa mereka sejatinya sudah menjalankan SDGs,” ujar Slamet.

Slamet menjelaskan, dengan adanya komponen di masyarakat yang sudah melakukan SDGs, tinggal bagaimana antara program pembangunan Pemerintah Kabupaten Jember ini diselaraskan dengan apa yang sudah dilakukan oleh komponen masyarakat. Jika ini berhasil, maka Jember bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain di sekitarnya.

“Terobosan bupati Jember dalam menyolidkan SDGs sudah sangat bagus. Masyarakatnya juga sudah melakukan. Tinggal bagaimana antara program pembangunan ini memiliki irama yang sama dan selaras dengan RPJM secara nasional yang digagas pemerintah kabupaten jember dengan masyarakat, karena kalau SDGs nya berjalan, maka pembangunan suatu daerah bisa maju dengan pesat,” tambah Slamet.

Sementara Bupati Jember dr Hj Faida MMR dalam kesempatan tersebut mengatakan, pembangunan di Jember selalu disampaikan secara terbuka ke masyarakat, baik melalui media sosial maupun secara langsung. Pelibatan masyarakat untuk menyampaikan usulan pembangunan ini, menurutnya lebih cepat tersampaikan daripada melalui surat menyurat.

 “Selama ini saya sudah sering menyampaikan program-program pembangunan Jabupaten Jember melalui media sosial baik Facebook maupun Whatsapp, karena dengan cara seperti ini lebih efektif dan lebih cepat terealisasinya daripada harus melalui surat. Apalagi setiap malam Jumat manis, kami selalu menggelar istighotsah bersama warga dan momen istighotsah inilah kami gunakan untuk menampung aspirasi masyarakat,” ujar bupati.

Meski demikian, bupati tidak menampik jika program Pemerintah Kabupaten Jember yang di-posting dan dibagikan sendiri secara langsung di media sosial masih belum dipahami masyarakat, “Meski program-program pembangunan sudah saya posting sendiri, dan yang bertanya lewat Watshapp secara langsung juga sudah kami jawab, tapi masih banyak masyarakat yang belum yakin. Kadang ada yang tanya program ini apa benar bu” padahal itu saya sendir iyang memposting,” ujar bupati Jember.

Tidak hanya dalam postingannya di media sosial. Melalui jalur Whatsapp pun, masih banyak warga yang belum yakin. Saat mereka ditanya melalui nomor Whatsapp yang dicantumkan di akun media sosial, banyak warga yang tidak percaya kalau yang membalas bupati langsung.

“Kadang meskipun saya jawab lewat Whatsapp, banyak warga yang kurang yakin. Mereka masih tanya, apa ini benar bupati Jember yang menjawab. Jadi. ketika ada informasi yang benar, masyarakat masih diliputi keraguan. Justru informasi yang sifatnya hoax yang lebih mudah dipercaya oleh masyarakat. Dan ini tugas kita semua untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” pungkas bupati Jember. (*)

Pewarta : Moh. Ali Mahrus
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Jember TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close