Warga Blitar Gagalkan Aksi Jambret, Pelaku Residivis Baru Bebas dari Bui

Kamis, 11-10-2018 - 16:16 WIB Ilustrasi.(Foto : Goggle Images) Ilustrasi.(Foto : Goggle Images)

JATIMTIMES, BLITAR – Pupus sudah harapan Didik Agustian (26) untuk mendapatkan uang dengan cara menjambret. Pasalnya, saat beraksi di Kota Blitar, aksinya digagalkan warga yang menghentikan laju sepeda motor yang dikendarai tersangka hingga polisi datang menangkapnya. 

Kapolsek Sukorejo Kompol Agus Fauzi mengatakan,  kejadian berawal saat korban Iswatun berbelanja di buah di Jalan Mahakam Kota Blitar, Kamis (11/10/2018). Saat itu korban meletakan tasnya yang berisi uang sebesar Rp 500 ribu di atas motor. Saat korban sedang memilih buah-buahan, pelaku mengambil tas korban dan langsung kabur menggunakan sepeda motor ke arah barat. 

Mengetahui pelangganya menjadi korban penjambretan, pedagang buah berinisiatif mengejar pelaku menggunakan motor korban.  "Saat itu pedagang buah mengetahui jika pelangganya jadi korban jambret. Tanpa pikir panjang   penjual buah tersebut langsung meminjam motor korban untuk mengejar pelaku sampai di  Kelurahan Tlumpu," jelas Agus Fauzi.

Sesampainya di Kelurahan Tlumpu, warga yang melihat aksi kejar-kejaran ini kemudian membantu mengejar dan menghentikan motor pelaku. Sejumlah warga nyaris menghakimi pelaku setelah  mengetahui jika yang dikejar adalah pelaku jambret. "Beruntung ada petugas yang sedang berpatroli dan langsung mengamankan pelaku," terangnya.

Saat dimintai keterangan  terungkap jika motor Honda Vario yang digunakan untuk menjambret merupakan motor curian. Pencurian motor itu dilaporkan ke Polsek Sanankulon pada 29 September lalu. 

"Motor yang digunakan pelaku ini juga merupakan hasil kejahatan. Pencurian motor yang dilaporkan ke Polsek Sanankulon tersebut terjadi di barat gapura perbatasan Kota Blitar," imbuhnya.

Dari pemeriksaan diketahui jika Didik bukan aktor baru di dunia kejahatan. Didik yang merupakan warga Desa Gunug Gede, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, baru sebulan bebas dari penjara. Sebelumnya tercatat dia sudah dua kali masuk bui dengan kasus yang sama, yakni menjambret.

“Pelaku sampai saat ini masih dalam pemeriksaan penyidik. Dari introgasi terungkap dia adalah residivis. Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkasnya.  (*)

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close