Tim Kejaksaan Sudah Periksa Dua Bidang Dinas PU Kota Malang, Ini Hasilnya

Kamis, 11-10-2018 - 16:24 WIB Tim Dinas PUPR dan  TP4D saat melakukan pemantauan di salah satu titik proyek cipta karya. (DPUPR) Tim Dinas PUPR dan TP4D saat melakukan pemantauan di salah satu titik proyek cipta karya. (DPUPR)

JATIMTIMES, MALANG – Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)  Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang telah melakukan pengawasan dengan turun ke lapangan. Mereka terjun setelah dinas-dinas di Kota Malang mengajukan permintaan  pendampingan atau pengawalan untuk proyek yang dikerjakan.

Salah satunya adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang. TP4D telah melakukan pemantauan langsung di dua bidang yang ada di DPUPR Kota Malang. Yakni bidang cipta karya serta bidang sumber daya air (SDA) dan drainase.

Kasi Intel Kejari Kota Malang Reza Prasetyo Handono yang juga ketua TP4D Kota Malang mengungkapkan, beberapa waktu yang lalu, pihaknya telah melakukan pemantauan di beberapa bidang di dinas yang memang sudah lengkap dokumen berkas yang diperlukan.

"Terakhir kami melakukan pemantauan di bidang cipta karya (9/10/2018). Ada empat titik. Ada di Kelurahan Samaan, balai RW di Kotalama, gedung BPR Arta Graha, dan juga gedung arsip DPUPR," jelasnya.

Dengan pemantauan ini, bisa diketahui bagaimana progres pengerjaan fasilitas tersebut. "Dan memang sejauh ini dari pemantauan kami di lapangan, dari dua bidang yang dipantau bangunan fisiknya, semua memang sudah ada. Tidak ada yang fiktif," ujar Reza..

"Dengan begini, kami juga bisa mengetahui kendalanya apa saja, sehingga kami juga bisa memacu untuk bisa segera diselesaikan. Tapi sejauh ini, hanya perlu sedikit percepatan dalam penyelesaian proyek," terangnya.

Dan ke depan, untuk agenda selanjutnya, direncanakan akan ada pemantauan untuk bidang bina narga. Namun, jadwalnya masih belum ditentukan.

Sementara, Sekretaris DPUPR Kota Malang Sumardi Mulyono mengungkapkan, empat titik yang dipantau oleh TP4D tersebut memang mengalami deviasi keterlambatan. "Namun dengan upaya-upaya monitor ini, diharapkan bisa cepat dilakukan penyelesaian oleh pelaksana saja. Namun untuk progesnyya sudah di atas 50 persen, kurang sedikit saja," pungkasnya. (*)

Pewarta : Anggara Sudiongko
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close