Pengurus Pagar Nusa Datangi Polres, Desak Pengungkapan Kasus Kerusuhan

Kamis, 11-10-2018 - 19:10 WIB Aladin (bersongkok) bersalaman dengan Kasat Reskrim Polres Tulungagung (foto : istimewa) Aladin (bersongkok) bersalaman dengan Kasat Reskrim Polres Tulungagung (foto : istimewa)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Belum ada kemajuan berarti dalam pengungkapan kasus kerusuhan yang melibatkan salah satu pergururan silat dan warga Desa Suruhan Lor, Kecamatan Bandung, Pengurus Perguruan Silat Pagar Nusa datangi Mapolres Tulungagung.

Kedatangan mereka untuk meminta kepada Polres untuk menjelaskan kemajuan dalam penyelidikan yang Kepolisian lakukan. Menurut Wakil Ketua Pagar Nusa Tulungagung, Alaldin kerja dari Polres Tulungagung sudah mengalami kemajuan yang signifikan.

Pihak Kepolisian sudah mengantongi 2 alat bukti yang bisa menyeret para pelaku ke balik jeruji besi, dan nama pelaku pengrusakan sejumlah rumah warga, kendaraan bermotor dan satu rumah ibadah.

“Ada 2 bukti yang kuat yang masih didalami dan sudah ada daftar pencarian orang (DPO),” ujar Aladin.

Sayang pihak kepolisian masih enggan membocorkan nama-nama yang menjadi DPO nya dalam kasus kerusuhan itu.

Pihak Polres, kata Aladin sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah ranting salah satu perguruan silat yang terlibat dalam kerusuhan itu. Sedikitnya 10 ranting yng berada di wilayah utara Tulungagung sudah diperiksa oleh pihak Kepolisian.

“Sudah dilakukan pemanggilan, biasanya ranting tempat berkumpulnya warga (sebutan untuk anggota perguruan silat),” ujarnya lebih lanjut.

Dari pemangillan yang dilakukan, sudah ada 100 lebih orang dipanggil untuk dimintai keteranganya dalam kasus tersebut. Mereka berasal dari anggota perguruan silat, peserta konvoi, panitia, warga dan korban  yang terlibat kerusuhan itu.

Pihaknya medesak agar pihak kepolisian segera menyelesaikan permasalahan itu dengan seadil-adilnya dan memenuhi rasa kemanusiaan.

“Kita mohon agar segera ditindak lanjuti sebagai jawaban memenuhi rasa adil bagi korban dan masyarakat,”harap Aladin.

Meski begitu pihaknya mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini di tangan kepolisian. Pihaknya tidak memberikan tenggat waktu dalam pengunkapan kerusuhan ini.

Meski awalnya pihaknya memberikan tenggat waktu hingga 7 hari kedepan untuk mengungkap kerusuhan itu dan mengancam akan mengerahkan massa jika sampai aktu yang diberikan belum juga menangkap pelaku pengrusakan itu.

“Beliaunya (Polisi) enggak mau di deadline,” katanya sambil tertawa.

Sementara itu Kapolres Tulungagung melalui Kasat Reskrim Polres Tulungagung, AKP Mustijat Priambodo  benarkan telah mengundang pengurus Pagar Nusa untuk beraudiensi denganya.

Dalam kesempatan itu pihaknya menerangkan kemajuan penyelidikan pengruskan yang terjadi dalam kerusuhan antara perguruan silat dan warga.

“Kita undang dan kita jelaskan kemajuan penyelidikan kita,” ujar Kasat Reskrim.

Pihaknya masih terus bekerja untuk sesegera mungkin mengungkap kerusuhan itu. Hingga saat ini sudah 100 lebih saksi diperiksa.

“Do’akan segera terungap,” tandasnya singkat.

Dalam kerusuhan yang melibatkan perguruan silat dan warga itu diwarnai aksi pengrusakan sejumlah rumah warga, kendaraan bermotor dan sebuah rumah ibadah.

Meski tak ada korban jiwa dalam kerusuhan itu, beberapa orang harus dilarikan ke rumah akit lantaran mengalami luka serius.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close