Harga BBM Naik, Pemkot Malang Amankan Pasokan Bahan Pangan dari Luar Daerah

Kamis, 11-10-2018 - 19:38 WIB Ilustrasi, warga tengah mengisi BBM di SPBU Pendem, Kota Batu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES) Ilustrasi, warga tengah mengisi BBM di SPBU Pendem, Kota Batu. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang dilakukan oleh Pertamina membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Malang siaga. Terutama untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga-harga bahan pangan yang dikonsumsi warganya.

Pasalnya, Kota Malang masih mengandalkan pasokan bahan pangan dari luar daerah yang bisa terpicu naiknya ongkos transportasi. 

Untuk itu, Pemkot Malang berupaya menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok. Salah satunya dengan menjalin komunikasi langsung dengan pemerintah daerah (pemda) asal bahan-bahan pangan itu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto mengungkapkan bahwa sebenarnya kemungkinan terdampaknya kenaikan harga tersebut kecil

Menurut Wasto, kebijakan kenaikan harga BBM jenis Pertamax sebenarnya tidak berpengaruh signifikan pada ongkos angkut barang. Sebab, angkutan barang rata-rata menggunakan BBM jenis Premium.

"Meski demikian, upaya stabilisasi harga kebutuhan pokok akan tetap dilakukan. Bagaimana menstabilkan inflasi dengan cara menjaga ketersediaan bahan pokok," ujarnya saat ditemui di Balaikota Malang.

Saat ini, sambung Wasto, Pemkot Malang mengidentifikasi produk asal barang tersebut. Sehingga, pemkot bisa langsung bertindak jika ada barang yang ketersediaannya mulai minim.

Misalnya dengan berkoordinasi dengan pemda maupun pedagang tempat asal suatu komoditi. "Nanti akan kami kerjasamakan dengan antar pemerintah," urainya. 

"Bisa juga dengan mempertemukan produsen penghasil barang di sana dengan pengepul di sini. Jadi sewaktu-waktu ketika harga barang tinggi, maka koordinasikan untuk segera ada tambahan stok. Harapannya, harga bisa ditekan," tambah pria yang juga Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang itu.

Untuk berbagai komoditi pangan, selama ini Kota Malang mendapatkan dari berbagai daerah. Wasto merinci, untuk komoditi bawang putih mayoritas mendapatkan barang dari Surabaya yang merupakan bawang impor dari Cina. Sedangkan bawang merah selain impor dari Cina, Kota Malang juga mendapatkan pasokan dari Ngantang, Batu, dan Probolinggo. 

Sementara untuk komoditi beras berasal dari Kabupaten Malang, Mojokerto, dan Kediri. Untuk telur dan daging ayam mayoritas pasokannya berasal dari Blitar.

"Untuk ikan segar, selain dari Kabupaten Malang, kota dapat dari Probolinggo dan Lamongan. Nah, nanti kami komunikasi dengan pemdanya masing-masing," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, harga beberapa jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) mengalami kenaikan sejak Rabu (10/10/2018) kemarin. Kenaikan harga BBM diharapkan tidak berpengaruh terhadap tingginya biaya transportasi. 

Pewarta : Nurlayla Ratri
Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close