Hari Santri, Bukti Jokowi Tidak Anti Santri

Kamis, 11-10-2018 - 20:04 WIB Dua ribu jamaah serta tokoh,  kyai serta santri merayakan hari santri nasional 2018 di Poncokusumo, Kamis (11/10/2018) (Khusnul for MalangTIMES) Dua ribu jamaah serta tokoh, kyai serta santri merayakan hari santri nasional 2018 di Poncokusumo, Kamis (11/10/2018) (Khusnul for MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Di periode pilihan presiden (Pilpres)  tahun 2015 lalu, santer beredar berbagai isu mengenai Jokowi yang anti santri. Atau Jokowi yang anti Ulama,  sampai pada tuduhan PKI. Isu tersebut di periode habisnya jabatan presiden Jokowi yang kembali akan bertarung tahun 2019. Masih saja terjadi di akar rumput. 

Tuduhan terhadap Jokowi anti santri dan ulama inilah yang kembali diluruskan dan dijadikan salah satu topik  dalam Hari Santri Nasional 2018 yang digelar oleh MCW NU Poncokusumo dan Tim Bravo 5 Jawa Timur (Jatim)  yang merupakan salah satu elemen pemuda pendukung Jokowi-Ma'ruf.

Ubaidillah Ketua Bravo 5 Jatim menyampaikan, bahwa isu tersebut  masih saja terdengar dan cukup ramai di media sosial. Mereka yang melempar isu tersebut,  tidak memahami bahwa Jokowi lah yang meresmikan Hari Santri Nasional. 

"Beliau lah yang meresmikan hari santri. Sehingga kita,  santri,  memiliki kebanggan atas hal tersebut. Dan bisa merayakannya setiap tahun. Hari Santri diresmikan oleh bapak Jokowi. Ini bukti nyata beliau tidak anti santri atau pun ulama," kata Ubaidillah, Kamis (11/10/2018) dalam perayaan Hari Santri Nasional 2018 di lapangan Wates Poncokusumo. 

Ubaidillah melanjutkan, Jokowi di pilpres 2019 pun semakin menunjukkan bahwa dirinya juga dekat dengan ulama. "Karenanya, beliau menjadikan Kyai Ma'ruf Amin menjadi wakilnya dalam pilpres 2019 mendatang. Maka patutlah bila kita semua berterima kasih kepada beliau," ujarnya kepada MalangTIMES. 

Ketua PW NU Jatim KH Marzuki Mustamar saat memberi tausyiah dalam Hari Santri Nasional 2018 (Khusnul for MalangTIMES)

Perayaan Hari Santri Nasional 2018 di Poncokusumo dihadiri oleh sekitar 2 ribu jamaah, tokoh dan pengurus NU serta organnya, para kiai serta muspika setempat. Tabliq akbar pun digelar dengan siraman tausiyah dari Ketua PW NU Jatim KH Marzuki Mustamar. 

Dalam tausyiahnya,  Marzuki Mustamar menyampaikan hal senada yang disampaikan oleh Bravo 5 Jatim. Yakni mengenai kebanggan atas ditetapkan hari santri nasional oleh presiden Jokowi. 

"Hari santri kebanggan seluruh santri se-Indonesia. Di masa pemerintahannya,  hari santri ini diresmikan. Tentunya kita patut bersyukur memiliki pemimpin yang peduli terhadap santri, " ujarnya. 

Kepedulian Jokowi terhadap santri juga diperlihatkannya dengan memilih KH Ma'ruf Amin sebagai wakilnya. "Jadi ini adalah bukti nyata mengenai kepedulian presiden terhadap santri. Jangan percaya pada isu Jokowi anti santri apalagi anti ulama," tegas Marzuki Mustamar yang juga mengajak jamaah NU untuk satu barisan bersamanya. 

"Karena santri harus nderek kiai," imbuhnya. 

Di akhir acara perayaan Hari Santri Nasional 2018 seluruh jamaah bersholawat untuk keselamatan bangsa dan negara di tengah berbagai pertarungan politik tidak etis yang dipertunjukkan para elite di Jakarta selama ini.

Pewarta : Dede Nana
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close