Melihat Lebih Dekat Kecap Cap Cemara, Kecap Legendaris Asli Blitar

Kamis, 11-10-2018 - 20:55 WIB Sumiati dengan Kecap Cap Cemara produksinya.(Foto : Ist) Sumiati dengan Kecap Cap Cemara produksinya.(Foto : Ist)

JATIMTIMES, BLITAR – Hampir 3 dasawarsa sukses menggeluti bisnis bumbu masakan asal China menjadi prestasi tersendiri bagi produsen kecap Cemara. Kecap asli Blitar ini dikenal dengan varian kecap manisnya yang khas. Kecap yang terkenal dengan aroma harum saat dimasak ini memberi daya tarik tersendiri bagi para konsumen agar tetap loyal menggunakan produk kecap rumahan buatan warga Talun Blitar ini.

Terjepit di antara kiprah kecap nasional tidak membuat produsen kecap di daerah-daerah mati kutu. Dari sekian banyak industri kecap di Indonesia, Kecap Cap Cemara merupakan salah satu produk kecap yang cukup dikenal di daerah Blitar dan sekitarnya. Kecap yang diproduksi oleh Sumiati, warga asal Desa Talun, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar ini sudah cukup melegenda di kalangan ibu-ibu dan para penggemar masakan.

Mengawali kiprahnya sejak 1991 silam, Kecap Cap Cemara merupakan salah satu industri rumahan yang masih eksis di pasaran. Berawal dari coba-coba dan himpitan ekonomi yang melanda, Bu sumiati mengawali produksi pembuatan kecap hanya 30 kg gula sebagai bahan baku. Berbekal kreativitas dan keuletan usaha yang digelutinya ini berkembang pesat. Bahkan saat ini setiap harinya Bu sumiati memerlukan 7 kwintal bahan baku gula untuk meladeni permintaan pasaran yang terus bertambah.

Dilansir dari agrina-online.com, saat ini  Bu Sumiati mampu menghasilkan rata-rata 13.500 botol kecap per bulan. Kecap dengan beberapa varian kemasan ini dijual mulai dari harga 3.800 hingga 15 ribu per botol, sehingga kini pendapatan ibu empat putera ini mencapai Rp77 juta per bulan.

Untuk memenuhi permintaan pasar, Sumiati dibantu 30 pekerja yang berasal dari ibu-ibu dan para remaja sekitar tempat tinggalnya. "Alhamdulillah mas, usaha saya lancar dan produk kecap Cemara yang saya produksi ini sudah menyebar di seluruh Blitar Raya dan sekitarnya,” tutur Sumiati.

Bu Sumiati memproduksi kecap dengan proses pengolahannya secara manual tanpa bantuan teknologi ataupun mesin modern. Dengan menggunakan metode fermentasi dan bahan-bahan tradisional Kecap Cap Cemara ini memiliki kualitas produk yang cukup unggul dibanding kecap lainnya yang ada di Blitar dan sekitarnya.

Kecap Cap Cemara sendiri memiliki 2 macam varian kemasan, pertama menggunakan kemasan botol dengan ukuran besar dan tanggung, untuk ukuran besar dijual 15 ribu per botol sedangkan yang tanggung 7 ribu rupiah. Kemasan kedua menggunakan kemasan plastik dengan ukuran besar dan kecil, ukuran besar dijual dengan harga 8 ribu dan untuk ukuran yang kecil hanya 3.800 rupiah.

Dengan komitmen terus menjaga kualitas dan kepuasan konsumen Kecap Cemara ingin terus menyajikan cita rasa terbaik bagi konsumennya. Rasa manis, gurih dengan aroma yang khas serta memiliki harga jual yang sangat terjangkau, menjadi alasan tersendiri bagi masyarakat menengah ke bawah untuk bertahan dengan kecap buatan Bu Sumiati ini.

Pewarta : Aunur Rofiq
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Blitar TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close