Ramai Diberitakan, DLH Akhirnya Ambil Sampel Air Berasap

Kamis, 11-10-2018 - 20:59 WIB Petugas dsri DLH Tulungagung saat ambil sampel air yang diduga mengandung limbah (foto : Day /tulungagungtimes) Petugas dsri DLH Tulungagung saat ambil sampel air yang diduga mengandung limbah (foto : Day /tulungagungtimes)

JATIMTIMES, TULUNGAGUNG – Setelah ramai diberitakan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung akhirnya menindaklanjuti dengan menelusuri asal air yang mendidih, berbau bahan kimia dan berwarna biru pekat yang masuk ke saluran air. Air itu dibuang pada Selasa (9/10) sore di saluran sepanjang Jalan Mayjend Sungkono ,yang bermuara di Sungai Ngrowo, Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan Tulungagung.  

Tiga orang personel DLH Kabupaten Tulungagung langsung memeriksa saluran dekat Sungai Ngrowo, yang airnya berwarna pekat. Mereka kemudian membuka beberapa tutup selokan. 

Ada delapan titik yang diperiksa untuk memastikan arah sumber air itu. Penelusuran sumber air ini kemudian berhenti di depan pabrik milik Sumber Sandang, di Jalan Dr Soetomo Tulungagung. Dari pabrik itu terdapat pipa menuju saluran air.

Saluran ini adalah pembuangan air limbah yang sudah melalui pengolahan. Kabid Penaatan DLH Kabupaten Tulungagung, Umar Sirojudin bersama dua staf kemudian memeriksa Instalasi Pengolahan Air Limbah milik Sumber Sandang. 

Dari pengamatan visual, air yang dibuang lewat IPAL kelihatan jernih. Sementara di saluran buang di depan pabrik, air bercampur material seperti serat berwarna biru tua. Umar kemudian mengambil sampel air dari pembuangan pabrik ini. “Sampel ini nanti akan kami bawa ke laboratorium. Kami ambil di sumbernya, karena kalau di hilir sudah bercampur dengan limbah domestik,” terang Umar.

Pihaknya akan melakukan uji laboratorium untuk mengetahui kualitas air. Dari data uji laboratorium yang dilakukan pada 26 April 2018, air pembuangan Sumber Sandang masih memenuhi baku mutu. 

“Dari data yang dikeluarkan laboratorium semua masih memenuhi baku mutu. Karena itu kita buktikan lewat pengujian lagi,” tambah Umar. 

Apa yang dilakukan oleh DLH kali ini berdasarkan laporan warga yang sudah resah dengan pembuangan limbah di saluran air ini. Bukan itu saja, di saat-saat tertentu air berubah menjadi panas dan mengepulkan asap. Aroma asap ini juga identik dengan bahan kimia yang biasa digunakan dalam industri tekstil. Air limbah panas  ini dibuang sewaktu-waktu.

“Dulu biasanya seminggu tiga kali pembuangan. Warga sudah hapal, tapi tidak tahu sumbernya,” ucap Firmanto, salah satu warga yang sempat merekam limbah panas. 

Pemilik Sumber Sandang, Harsoyo mengatakan, pabriknya selalu memperhatikan kualitas air buangan dari IPAL. Dokumen IPAL selalu diperbarui. Karena itu Harsoyo membantah perusahaannya yang membuang limbah sembarangan. “Itu diambil para April 2018. Sebelum Idul Fitri juga sudah diambil (sampelnya), tapi hasilnya belum keluar,” ujar Harsoyo.

Pewarta : Joko Pramono
Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Tulungagung TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close