Ditunggu, Desain APK Parpol Pileg 2019 Terakhir Awal Pekan Depan

Jum'at, 12-10-2018 - 13:19 WIB Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES) Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen saat ditemui di ruang kerjanya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

JATIMTIMES, MALANG – Sampai dengan pertengahan Oktober 2018, tercatat baru delapan partai peserta Pemilu 2019 yang menyerahkan desain alat peraga kampanye (APK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. Padahal, batas akhir penyerahan desain adalah awal pekan depan, tepatnya Senin (15/10/2018).

Komisioner KPU Kota Malang Ashari Husen mengimbau agar parpol peserta segera menyerahkan desain APK. Sebab, akhir pekan Oktober ini, targetnya seluruh materi APK sudah diselesaikan dan siap dicetak. Sampai sekarang, baru delapan partai dari total 14 partai yang turut serta sebagai peserta pemilu.

Kedelapan partai itu adalah PKB, Gerindra, Golkar, Berkarya, PKS, Perindo, PSI, dan PAN. Sementara PDI Perjuangan, Nasdem, PPP, Demokrat, dan PBB belum menyerahkan desainnya sama sekali. Sedangkan dua parpol yang lolos verifikasi, yaitu PKPI dan Garuda, memang tidak mendaftarkan kadernya sebagai caleg 2019.

"Ini untuk APK yang difasilitasi oleh KPU. Agar akhir Oktober bisa dicetak dan kemudian diserahkan kepada masing-masing parpol untuk dipasang di kawasan yang diperbolehkan," kata Ashari kepada wartawan, Jumat (12/10/2018).

Ashari menyampaikan, APK yang difasilitasi oleh KPU tersebut berupa 10 baliho dan 16 spanduk untuk masing-masing parpol. APK tersebut harus didesain khusus, meliputi visi dan misi parpol dan penyertaan tokoh atau pengurus parpol. Sementara nama caleg sendiri tidak dapat disertakan di dalam APK yang dibuatkan oleh KPU tersebut. "Kalau nama ketua parpol misalnya. itu boleh. Tapi kalau sebagai calon legislatif, sama sekali tidak boleh," jelasnya.

Menurut dia, pemasangan APK saat ini memang sudah diperbolehkan. Soalnya, masa kampanye sudah dimulai sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019 mendatang. Masing-masing parpol dapat memasang APK di beberapa kawasan yang diperbolehkan. "Dan sangat dilarang keras untuk memasang APK di tempat yang sudah jelas dilarang," tegas dia. (*)

Pewarta : Pipit Anggraeni
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Malang TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close