Korban Menutup Diri, Polisi Kesulitan Ungkap Penganiayaan di Karaoke Mendut

Jum'at, 12-10-2018 - 13:36 WIB Kondisi korban saat ditemukan di toilet room Karaoke Mendut. Kondisi korban saat ditemukan di toilet room Karaoke Mendut.

JATIMTIMES, BANYUWANGI – Polisi masih kesulitan mengungkap pelaku penganiayaan terhadap Junaidi (30), warga Lingkungan Secang, Kelurahan/Kecamatan Kalipuro. Sebab, korban masih menutup diri dan enggan menyampaikan siapa empat temannya yang ikut ke Karaoke Mendut. 

Kapolsek Banyuwangi AKP Ali Masduki menyatakan, untuk mengungkap pelaku penganiayaan yang terjadi di room 22 Karaoke Mendut itu, pihaknya sudah datang ke rumah korban. Meskipun korban belum sembuh 100 persen, yang bersangkutan sudah bisa berkomunikasi. 

Ada beberapa  kejanggalan yang ditemukan polisi. Salah satunya, korban mengaku diberi minuman oleh seseorang saat sedang bekerja. Setelah itu, dia seperti tidak sadar sehingga lupa dengan kejadian berikutnya. "Padahal kami cek ke tempat kerjanya, hari itu dia tidak bekerja," ungkap Ali Masduki, Jumat (12/10/18) pagi. 

Ketika ditanya perihal teman-temannya yang datang bersama ke Karaoke Mendut, korban sama sekali tidak memberikan jawaban. Padahal keterangan korban sangat diperlukan untuk mengunkap kejadian yang cukup menggegerkan dunia hiburan Banyuwangi ini. "Dia masih menutup diri, tidak mau menyampaikan siapa temannya," ujarnya. 

Berbagai upaya juga sudah dilakukan polisi untuk mengungkap kasus ini. Bahkan adik korban sempat dimintai keterangan terkait siapa teman kakaknya yang datang bersama ke Karaoke Mendut. Namun upaya ini juga tidak membuahkan hasil. Sebab, yang bersangkutan tetap tidak mau berbicara. 

Ali Masduki juga mengaku sudah memeriksa rekaman CCTV di tempat Karaoke Mendut tersebut. Sayangnya tidak ada rekaman yang didapat. Sebab, kamera pengawas ditempat itu tidak berfungsi. "Sudah kami cek, ternyata kamera CCTV-nya rusak," pungkasnya. 

Sebelumnya, Junaidi dtemukan tergeletak bersimbah darah dalam toilet room 22 Karaoke Mendut. Di lantai room tersebut juga ditemukan bercak darah dan pecahan gelas. Diduga Junaidi menjadi korban penganiayan. Beruntung nyawa korban selamat setelah dilarikan ke RSUD Blambangan. (*)

Pewarta : Muhammad Hujaini
Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Sumber : Banyuwangi TIMES
Share Berita ini:

Berita Terkait

Berita Terbaru

Fokus Berita

Back to top

Share Page

Facebook Twitter Google Text Email
Close